virtual reality

Mimpi akan kehidupan yang lebih baik dikumandangkan seraya mengarsitekturi pembenaran untuk ditebarkan, bukan untuk menuai permusuhan. Suatu ajaran Tuhan yang menjelma arogansi kekuasaan dan sebuah mimpi menjadi ilmu yang secara benar harus dipikirkan terlepas dari konteks trauma sejarah.

Mengapa harus mengatasnamakan Tuhan juka reaktif itu muncul dari naluri kekanak-kanakan kita sendiri. Seperti melihat hantu yang membisikkan kepada kita bagaimana nafsu berbicara. Kembali kepada bagaimana cara kita menyikapinya. Apakah doktrin itu mencuci otak kita menjadi ideologi yang membunuh cinta.

Kesalahan masa lalu yang tak termaafkan, juga pemutar balikan fakta yang ada bahwa Tuhan masih tetap satu. Persetan agamamu, kuberTuhan dengan caraku. Takkan ada permasalahan jika kita tak hanya berkaca pada masa lalu, tapi bercerminlah pada masa depan surga di bumiku.

Batasan ruang bahwa kenyataan telah menguasai rasio melawan dongeng akan kehidupan setelah matiku.
Bagaimana dengan Tuhanku …….
Implementasi rasa syukur dan pengakuan keterbatasan buah akalku memikirkan hal-hal membingungkan. Ada atau Ketiadaan diriMu semoga dimengerti, karena aku bukanlah anjing yang menurut celotehan busuk orang lain atau berlari mengejar tulang yang memberikan kenikmatan semata. Sebuah analogi bagi pejuang yang mengatasnamakan jalan menuju surga.

Baca Juga  Arti Peribahasa Seperti Kerbau Dicocok Hidung