money
Iri merupakan sifat manusia yang tak dapat dipungkiri semua orang pernah merasakannya. Kedamaian hati dapat dicapai bila kita setara atau lebih dari orang lain. Telah langka kita dengan damainya bersyukur tanpa membandingkan apa yang kita miliki dengan yang lain.

Ketidakseimbangan atau ketimpangan atau kesenjangan yang terjadi merupakan akar yang didefinisikan sebagai salah satu penyebab rasa ini. Tak mungkin kata sejahtera dapat tercapai bila pembanding masih jauh di atas kita. Maaf penulis hanya mencontohkan dari segi ekonomi. Bagaimana sistem secara tidak sadar telah memporak porandakan nurani yang dulu sering dideklarasikan waktu kumasih kecil. Sebuah angan yang jauh dari nyata dengan ketidaksiapanku menghadapinya. Ingin rasanya kumenjadi guru SD saja agar kutetap bercerita dan mengumandangkan kebaikan terhadap sebuah keluguan.

  1. Walaupun kutak tahu nilai pasti, berapa perbandingan upah minimum pekerja dengan gaji pejabat negara? (cari sendiri info dan renungilah !!!).
  2. Berapa standar pemotongan hak orang lain atas kerjanya? (ada gak ya?)
  3. Korupsi jadi ngetren (jangan salahin reformasi karena sering digembar-gemborkan di era itu)
  4. Sikap ngawula (baca : ngawulo -> Jawa) atau mengabdikan diri pada orang lain yang sering membelenggu untuk maju dan tetap berdiri di belakang orang lain.
  5. Urip ayem dadi PNS, pegawai BUMN, terjamin. Karena sikap iri masih tetap ada jadi gaji kurang baliknya point 2, 3. Wah paradigma di mata orang tua yang sangat menyesatkan kecuali dengan alasan mengabdi kepada negara (gak mungkin kali yeee…). Atau mungkin generasi muda yang gak punya nyali menghadapi persaingan.

Pertanyaan lalu terjadi :

  1. Bagaimana mungkin orang mau untuk memotong apa yang seharusnya diterima dibandingkan pendahulunya yang lebih besar yang didapat agar menurunkan tingkat kesenjanagan? Butuh keikhlasan yang ekstra bung…
  2. Merasa butuh kerja kali ya, maka ga menghiraukan berapa seharusnya yang didapat. (Pekerja) Dipotong juga mau, yang penting proyek lancar  sama-sama untung (anjing).
  3. Inilah era jahiliyah baru yang menuhankan materi ketimbang Tuhannya…iri, tamak, angkuh, sombong mata air dari dunia materi.
  4. Mungkin dari era mbah-mbahane patuh dalam sebuah struktur kerajaan yang kental dan hanya menjadi peliharaan sang raja.
  5. Ini dia faktor penghalang untuk maju salah satunya adalah basis kompetensi. Cari amannya ->mending jadi robot aja lu… Dan yang paling bodoh adalah suap untuk menjadi abdi atau aparat negara.
Baca Juga  Manunggaling Kawula Gusti - Menyatunya Sang Penguasa Dan Hamba | Digital Mantra

Ini adalah kesalahan yang seharusnya tidak dianggap wajar. Pernah seorang teman berkata, jika diberi kesempatan masa ya ditolak?