Single Terbaru Candidath Band (Selalu)

Tentang sebuah band cover yg punya jatidiri!! Karya adalah salah satu jawaban. Candidath Band dari Semarang merilis single terbaru bertajuk selalu.

Kisah ini bermula dari teman nongkrong di sebuah daerah bernama Wonodri Sendang yang kemudian berlanjut di Tegalsari di kota Lumpia Semarang pada tahun 1994. Lima orang pemuda nanggung yang masih duduk di bangku SMA ber-angan2 mempunyai sebuah band yang mana daripada pada jaman tersebut musik rock memang sedang ngetrend dan digandrungi anak muda (sekarang anak2 itu masih muda ga ya?  ). Banyak sekali grup2 rock manca maupun group anak negeri sendiri yang menghasilkan hits dari album2 mereka, Bon Jovi, Metallica, Skid Row, Guns N Rosses, Slank, Power Metal, Grass Rock dll dan selalu menjadi idola.

Seperti anak2 muda lainya yg berangan-angan mempunya band terkenal, seorang pemain bass dengan model rambut yang ngakunya keren bernama Andi Martono alias Krotong menggandeng temen sekolahnya Heri Gendut pemain drum di sebuah gereja untuk membentuk sebuah grup band. Andi Krotong dan Heri Gendut kemudian bertemu dengan Rusyanto alias Rush Kenting seorang gitaris handal hihi… untuk bergabung. Setelah sering nge-jam bareng, mereka merasa ada sesuatu yang kurang, Apa itu?? Ternyata mereka butuh tambahan personil lagi (Oalahh.. kirain apaan..). Tak disangka sangka hehe datanglah seorang pemuda ganteng (kata ibu dan istrinya sekarang lho..) bernama Hendri Gendhon bersama seorang temannya yaitu Cahyono Kopet yang baru saja pulang dari pekerjaan rutin mereka saat itu yaitu ngamen. Melihat kemampuan Hendri Gendhon memainkan gitar dengan nada2 bluesnya, Andi Krotong dan Rush Kenting tertarik untuk mengajak bergabung di dalam band yang belum ada namanya. Mereka berempat mulai sering berkumpul dan melakukan work shop alias nongkrong di kediaman Andi Krotong untuk membahas aliran apa yang cocok utk band idaman mereka.

Di dalam proses pencarian jenis musik, dengan kemampuan dan modal skill blues yang dimiliki Gendhon dan Rush dipadu petikan bass rock’n roll Krotong, serta permainan drum hard rock Gendut mereka memutuskan untuk mencari vokalis berkarakter rock’n roll dan mencoba membawakan band legendaris Guns N Rosses. Setelah mencoba melakukan beberapa kali audisi di beberapa stasiun ***, Gendhon memutuskan untuk mengajak teman nongkrongnya yang kebetulan juara MTQ (nyambung ga sih?..) di sekolahannya yaitu Zacky Mustofa untuk bergabung. Konon katanya Gendhon pernah mendengar Zacky bernyanyi, karakternya vokalnya hampir mirip dengan vokalis Guns N Rosses. Berlima mereka mulai menggodok materi dan mematangkan musik mereka di studio musik 49 Jl Kawi Semarang, dan mereka memutuskan memberi nama band mereka dengan nama resmi “CONCORDE band dan mulai tekun berlatih.

Waktu berjalan seiring dengan makin berkembangnya permainan dan skill “CONCORDE yang membawakan lagu2 hits dari Gun N Rosses dan sudah mulai sering tampil walaupun hanya sebatas pentas seni sekolahan dan job acara2 musik di kota Semarang, tiada awan tiada mendung (lebay ya.. biarin..) Rush Kenting memutuskan untuk keluar dari “CONCORDE karena ingin melanjutkan studi ke UGM Jogjakarta. Setelah melewati beberapa bulan purnama, Empat sekawan Gendhon, Krotong, Gendut dan Zacky kemudian secara tak sengaja bertemu salah satu crew dari studio 49 Kang Doel memberi tahu bahwa ada seorang anak SMP, imut, pemalu, pengasih dan penyayang yang jago bermain keybord. Tidak membuang (kok ‘membuang’ ya?..) waktu lama akhirnya bergabunglah Dana Keong       untuk mengisi posisi Kebordis.

Dengan bergabungnya Dana Keong akhirnya “CONCORDE merombak jenis musiknya. Kebetulan pada jaman tersebut band Slank sangat digemari dan kebetulan juga mereka nge-fans berat dengan Slank, mulai sering memainkan lagu2 dari band tersebut di atas hehe.

Pada bulan Desember 1994 nama “CONCORDE resmi berubah menjadi KANDIDAT (ga tau kenapa). Di tengah perjalanannya tiba2 sang vokalis Zacky memutuskan untuk cabut dan membentuk band sendiri (ya udah ga papa mas brow.. tetap semangat aja..). Untuk sementara posisi vokalis yang lowong diisi rekan mereka juga yaitu Mulyadi (tanpa Mus) Kup Kobain.

Pada tahun 1995 bergabunglah Aris Virgiyanto sebagai vokalis, datang (tak diundang) dengan gaya slenge’an dan suara yang mirip dengan Kaka vokalis Slank. KANDIDAT kemudian melakukan perform di acara di salah satu radio ternama (kita tulis inisialnya saja ya: RCT) di kota Semarang , dan alhamdulillah di sambut dengan baik oleh para slankers Semarang.

Pada 1996 KANDIDAT bertemu denga Wisnu studio 650, yang tertarik untuk mengajak bergabung dan membantu menyediakan studio latihan serta mejadi manajer profesional pertama (kayaknya perlu didaftarkan ke MURI nih) . Ga tau kenapa tak lama kemudian Heri Gendut dan Krotong memutuskan untuk pamit dari KANDIDAT dengan alasan yang sangat pribadi. Wisnu memutuskan untuk mencari bassis dan drumer sebagai pengganti. Aris kemudian menghubungi dan mengajak Bayu Tonky untuk mengisi posisi drum, yang kebetulan adalah temen sekolah dan pernah ngeband bareng. Melihat gaya permainan drum Tonky yang mirip Bim2 Slank (beliau seorang slanker lho..). Untuk posisi bassis secara gak sengaja Gendhon bertemu dengan Fajar Rahardjo yang kost di deket rumahnya, yang kebetulan adalah slanker juga (meskipun tampilannya lebih cocok jadi fans B*se Jam hehehe..). Melalui work shop dan nge jam bareng akhirnya bergabunglah Bayu Tonky mengisi Drum dan Fajar sebagai bassis. Dengan formasi inilah Kandidat semakin enjoy untuk terus memainkan lagu2 milik Slank, Aris (vokal), Gendhon (Gitar), Dana (Kiboard), Bayu Tonky (Drum) dan Fajar (Bass), bahkan semakin sering mendapat tawaran manggung di berbagai acara baik di Semarang hingga di luar kota, dari Jateng hingga ke Jatim (AKAP saingan sama Sumber K*ncono kayaknya).

Semakin sering tampil membawakan lagu-lagu tentu saja Kandidat juga semakin sering berkumpul dengan banyak penggemar Slank alias Slanker di kota Semarang. Akhirnya pada tahun 1997 dibentuklah sebuah komunitas Slankers Semarang yang bernama KANS, dengan ketua Om Andi Koplo. KANS menjadi wadah berkreasi dan berkarya teman2 Slanker kota Semarang.

Selain membawakan lagu-lagu karya Slank, KANDIDAT juga mempunyai karya sendiri, bahkan salah satu lagunya yang berjudul ‘Denyom’(Cewek red.) sempat masuk dalam festival 10 band lagu terbaik Jateng DIY pada tahun 1998 yang di adakan oleh salah satu TV swasta  dengan  inisial ANTV dan majalah Aneka Yes. Tetapi karena keadaan negara kita tercinta ini pada waktu itu kurang memungkinkan, acara yang seharusnya di selenggarakan di Jakarta batal dan mimpi KANDIDAT untuk berkarir di level yang lebih tinggi akhirnya tertunda hehehe. Tak patah arang, KANDIDAT terus berjuang dan berjuang tanpa mengenal lelah, beberapa karya sempat direcord di beberapa studio di Semarang dan Yogyakarta. Bergantian para pejuang KANDIDAT ke Ibukota Jakarta menawarkan demo karya sendiri door to door eh studio recording to studio recording yang lain, tepi belum ada yang berjodoh (biasalah, namanya juga orang tua, penginnya anaknya dapat jodoh yang selevel..Lho??). Yang penting ikhtiar kata guru agama kita, hasilnya kita serahkan kepada yang di Atas (udah.. udahh….malah ceramah hehehe).

Pada tahun 2001 terjadi perubahan formasi lagi, Fajar bassis memutuskan untuk keluar dan berkarir di dunia pekerjaan, yang kemudian di susul oleh sang gitaris Gendhon yang juga memutuskan untuk rehat sejenak dari KANDIDAT dan hijrah ke Bandung untuk mencoba dunia baru di bidang industri farmasi.

Di tahun berikutnya 2002, Dana sang kibordis juga memutuskan untuk istirahat, sang drummer Bayu Tonky juga gak mau kalah dengan personel yang lain ikut pindah ke Solo wkwkk…. Tinggalah sang Vokalis Aris sebatang kara hihi.. yang masih terus berjuang mempertahankan bahkan membangkitkan KANDIDATFormasi KANDIDAT kemudian sesuaikan dengan formasi Slank yang baru dengan double gitaris yaitu Aris (Vokal), Puguh (Bassis), Andika (Drum), Jacko alias Kiko (Gitar), Seno (Gitar). Nama KANDIDAT juga diubah menjadi CANDIDATH. Formasi ini sempat vakum di akhir tahun 2013 😦 bukan karena ga ada job lho, tapi karena memang ga ada yang nawarin main.

Di tahun 2014 CANDIDATH kembali lagi plus Dana sang kibordis dan mulai sering tampil bersama teman2 sesama band Slanker Semarang yang mulai menjamur. Mereka tetap eksis dan tetap berkibar di bawah naungan sang manajer Alpin No’Hair serta bimbingan dari musisi2 senior yang di wakili oleh Bp Hari Joko selaku pembina para musisi Semarang.

Di pertengahan tahun 2015 sang gitaris Jacko alias Kiko dan sang bassis Puguh memutuskan untuk tidak melanjutkan karirnya bersama CANDIDATH karena sesuatu hal yang sangat amat rahasia sekali jadi mohon maaf tidak di tulis di sini 🙂 . Untuk posisi gitaris kemudian diisi oleh gitaris blues handal Wisnu Singo sampai akhir tahun 2015 dan dilanjutkan penerusnya The King Kimpong. Untuk posisi basis dipercayakan kepada rekan Zacky Mexman.

Di awal tahun 2016 gitaris lama mereka Gendhon kembali dan bergabung lagi untuk mengisi posisi gitaris yang di tinggal oleh Jacko. Formasi CANDIDATH tahun 2016 ARIS (Vokal) ZAKY MEXMAN (Bass) ANDIKA ( Drum ) DANA KEONG ( Kibord ) GENDHON ( Gitar ) dan THEKING KIMPONG ( Gitar ) di bawah naungan sang Manager ALPHIN No’HAIR, semakin mantap meneruskan perjuangan para pendahulunya untuk terus bermain lagu-lagu karya Slank.

Alhamdulillah, ditengah kesibukan karir dan mengurus keluarga masing2 hehe… para punggawa Candidath masih sering berkumpul untuk bermain musik bersama di Studio 27 Gombel Lama milik om Hendy dan sesekali tampil tetap dengan lagu2 karya Slank. Bahkan juga berkumpul dan bertukar ide dengan teman2 sesama Slanker Semarang. Bagi mereka, Keluarga dan Karir tetap nomor 1 brow tetapi HOBI is HOBI, harus tetap jalan 🙂 .

Piss and Roll…

 

Hendro Widitomo

CEO & Founder Maestro Media

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.