Nostalgia Jajanan Jadul di Toko Oen Semarang

Toko “OEN” 

adalah satu dari sedikit restoran di Indonesia yang masih dikelola oleh keluarga pendirinya. Kira-kira pada tahun 1910, Ny. Liem Gien Nio (“Oma Oen”) membuka sebuah toko kue kering di Yogyakarta dengan nama Toko “OEN”, diambil dari nama suaminya, Oen Tjoen Hok (“Opa Oen”). Pada tahun 1922, toko kue kering ini dikembangkan dengan menambah fasilitas salon es krim dan restoran. Resep restoran mengikuti citarasa dapur Indonesia, Cina, dan Belanda.

Pada tahun 1934 dibukalah cabang di kota Jakarta (dahulu masih bernama Batavia) dan kota Malang. Cabang Jakarta ditutup pada tahun 1973 dan gedung diambil alih oleh Algemene Bank Nederland (ABN) yang kemudian direnovasi menjadi perkantoran. Gedung yang dipakai oleh Toko “OEN” Cabang Malang diambil alih oleh pemilik baru. Gedung ini sampai sekarang tetap difungsikan sebagai restoran dengan nama dagang Toko “OEN”, tetapi tanpa ijin dari pemegang hak paten nama Toko “OEN”. Seputar 1935, Opa Oen membuka cabang di Semarang. Gedung yang dipakai dahulunya adalah sebuah grillroom yang dioperasikan oleh seorang berkewarganegaraan Inggris. Gedung ini berlokasi di Jalan Bodjong no. 52 (kini Jalan Pemuda).

Sejak 1936 beroperasilah Toko “OEN” Semarang. Saat ini hanya tersisa Toko “OEN” di Semarang yang masih memegang resep asli dari Oma Oen. Di sini masih disajikan bermacam sajian Belanda yang terinspirasi dari gaya kolonial: uitsmijter, huzarensalade, kaasstengels, dan lain sebagainya. Untuk melengkapi kesan nostalgia, dan terutama buat penggemar wisata kuliner, tidak sedikit orang datang ke Semarang dari jauh untuk menikmati tutti-frutti.

Hendro Widitomo

CEO & Founder Maestro Media

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.