Peribahasa
-
Arti Peribahasa Bagai Mencincang Air
Bagai Mencincang Air Arti Peribahasa “Bagai Mencincang Air” adalah mengerjakan perbuatan yang sia-sia.
-
Arti Peribahasa Ada Pasang Turun Naik
Ada Pasang Turun Naik Arti Peribahasa “Ada Pasang Turun Naik” adalah kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.
-
Arti Peribahasa Bagai Kerakap di Atas Batu, Hidup Segan Mati Tak Mau
Bagai Kerakap di Atas Batu, Hidup Segan Mati Tak Mau Arti Peribahasa “Bagai Kerakap di Atas Batu, Hidup Segan Mati Tak Mau” adalah hidup dalam kesukaran / kesengsaraan.
-
Arti Peribahasa Bagai Kebakaran Janggut
Bagai Kebakaran Janggut Arti Peribahasa “Bagai Kebakaran Janggut” adalah bingung tak karuan.
-
Arti Peribahasa Ada Harga Ada Rupa
Ada Harga Ada Rupa Arti Peribahasa “Ada Harga Ada Rupa” adalah harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut.
-
Arti Peribahasa Bagai Katak dalam Tempurung
Bagai Katak dalam Tempurung Arti Peribahasa “Bagai Katak dalam Tempurung” adalah seseorang yang terkurung secara fisik / pemikirannya sehingga kurang (sempit) dalam pandangan maupun pengetahuannya.
-
Arti Nerimo ing Pandum
Arti “Nerimo ing Pandum” adalah menerima segala pemberian dari Tuhan dengan ikhlas dan lapang dada.
-
Arti Peribahasa Kasih Ibu Sepanjang Masa, Kasih Anak Sepanjang Galah
Kasih Ibu Sepanjang Masa, Kasih Anak Sepanjang Galah Arti Peribahasa “Kasih Ibu Sepanjang Masa, Kasih Anak Sepanjang Galah” adalah kasih sayang ibu tak terbatas dan selamanya, sementara kasih anak begitu terbatas.



















