• Terbaru
  • Artikel
  • Berita
  • Teknologi
  • Seni & Budaya
  • Buku
  • Event
  • TV
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami

Terbaru

  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Salatiga
    In Batik, Grafis, Kota Salatiga, Multimedia, Seni & Budaya

Artis

  • Ar Rofi Music
  • Digital Mantra
  • Instrumental Nusantara
  • Ismaya
  • Kadita
  • Primbon
  • Troxa
  • Turangga
  • Vanaprastha
  • Sapardi Djoko Damono - Kita Saksikan

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Kita Saksikan (1967)

    Kita Saksikan kita saksikan burung-burung lintas di udara kita saksikan awan-awan kecil di langit utara waktu itu cuaca pun senyap seketika sudah sejak lama, sejak lama kita tak mengenalnya di antara hari buruk dan dunia maya kita pun kembali mengenalnya kumandang kekal, percakapan tanpa kata-kata saat-saat yang lama hilang dalam igauan manusia  

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Sapardi Djoko Damono - Kepada Istriku

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Kepada Istriku (1967)

    19 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Hujan Dalam Komposisi, 1

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Hujan Dalam Komposisi, 1 (1969)

    28 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Hukum

    Puisi Chairil Anwar Hukum

    27 September 2022
  • biar lambat asal selamat,tak akan lari gunung dikejar

    Arti Peribahasa Biar Lambat Asal Selamat, Tak Akan Lari Gunung Dikejar

    Biar Lambat Asal Selamat, Tak Akan Lari Gunung Dikejar Arti Peribahasa “Biar Lambat Asal Selamat, Tak Akan Lari Gunung Dikejar” adalah dalam mengerjakan suatu pekerjaan haruslah berhati-hati supaya selamat. Apabila sesuai haknya maka akan didapatkannya.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai

    Arti Peribahasa Di Mana Kayu Bengkok, Di Sana Musang Mengintai

    13 Oktober 2022

    Arti Peribahasa Sehari Selembar Benar, Setahun Selembar Kain

    1 November 2022
    hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan

    Arti Peribahasa Hawa Pantang Kerendahan, Nafsu Pantang Kekurangan

    25 Oktober 2022
  • anak bapak

    Arti Istilah Anak Bapak

    Arti istilah Anak Bapak adalah anak lelaki yang berani.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    bahasa menunjukkan bangsa

    Arti Peribahasa Bahasa Menunjukkan Bangsa

    16 Oktober 2022
    hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang jua

    Arti Peribahasa Hancur Badan Di Kandung Tanah, Budi Baik Dikenang Jua

    23 Oktober 2022
    air besar batu bersibak

    Arti Peribahasa Air Besar Batu Bersibak

    12 Oktober 2022
  • hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan

    Arti Peribahasa Hawa Pantang Kerendahan, Nafsu Pantang Kekurangan

    Hawa Pantang Kerendahan, Nafsu Pantang Kekurangan Arti Peribahasa “Hawa Pantang Kerendahan, Nafsu Pantang Kekurangan” adalah hawa nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Nabok Nyilih Tangan

    Arti Nabok Nyilih Tangan

    3 Oktober 2022

    Arti Peribahasa Murah di Mulut, Mahal di Timbangan

    1 November 2022

    Arti Peribahasa Lepas dari Mulut Harimau Jatuh ke Mulut Buaya

    1 November 2022
  • tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang

    Arti Peribahasa Tong Penuh Tidak Berguncang, Tong Setengah yang Berguncang

    Tong Penuh Tidak Berguncang, Tong Setengah yang Berguncang Arti Peribahasa “Tong Penuh Tidak Berguncang, Tong Setengah yang Berguncang” adalah orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    dalam lautan dapat diduga, dalam hati siapa tahu

    Arti Peribahasa Dalam Lautan Dapat Diduga, Dalam Hati Siapa Tahu

    29 Oktober 2022
    bermain air basah, bermain api hangus

    Arti Peribahasa Bermain Air Basah, Bermain Api Hangus

    24 Oktober 2022
    Sabar Mustikaning Laku

    Arti Pepatah Jawa Sabar Mustikaning Laku

    7 Oktober 2022
  • Bagai anjing beranak enam

    Arti Peribahasa Bagai Anjing Beranak Enam

    Bagai Anjing Beranak Enam Arti Peribahasa “Bagai Anjing Beranak Enam” adalah kurus sekali.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri

    Arti Peribahasa Menepuk Air di Dulang, Tepercik Muka Sendiri

    24 September 2022
    air dicencang tiada putus

    Arti Peribahasa Air Dicencang Tiada Putus

    13 Oktober 2022
    biar lambat asal selamat,tak akan lari gunung dikejar

    Arti Peribahasa Biar Lambat Asal Selamat, Tak Akan Lari Gunung Dikejar

    25 Oktober 2022
  • Sapardi Djoko Damono - Sajak Kecil Tentang Cinta (2)

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Sajak Tafsir

    Sajak Tafsir Kau bilang aku burung? Jangan sekali-kali berkhianat kepada sungai, ladang, dan batu. Aku selembar daun terakhir yang mencoba bertahan di ranting yang membenci angin. Aku tidak suka membayangkan keindahan kelebat diriku yang memimpikan tanah, tidak mempercayai janji api yang akan menerjemahkanku ke dalam bahasa abu. Tolong tafsirkan aku sebagai daun terakhir agar suara angin yang meninabobokan ranting itu padam. Tolong tafsirkan aku sebagai hasrat untuk bisa lebih lama bersamamu. Tolong ciptakan makna bagiku, apa saja — aku selembar daun terakhir yang ingin menyaksikanmu bahagia ketika sore tiba.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Puisi Chairil Anwar Merdeka

    Puisi Chairil Anwar Merdeka

    14 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Pertanyaan Kerikil yang Goblok

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Pertanyaan Kerikil yang Goblok

    15 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Cintaku Jauh Di Pulau

    Puisi Chairil Anwar Cintaku Jauh Di Pulau

    9 Oktober 2022
  • harapkan guntur di langit, air di tempayan dicurahkan

    Arti Peribahasa Harapkan Guntur di Langit, Air di Tempayan Dicurahkan

    Harapkan Guntur di Langit, Air di Tempayan Dicurahkan Arti Peribahasa “Harapkan Guntur di Langit, Air di Tempayan Dicurahkan” adalah mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang sudah ada dilepaskan.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam

    Arti Peribahasa Adat Muda Menanggung Rindu, Adat Tua Menahan Ragam

    26 Oktober 2022

    Arti Peribahasa Kalau Tiada Senapang, Baik Berjalan Lapang

    1 November 2022
    Api dalam sekam

    Arti Peribahasa Api dalam Sekam

    23 Oktober 2022
    1. Halaman:
    2. «
    3. 1
    4. ...
    5. 5
    6. 6
    7. 7
    8. 8
    9. 9
    10. 10
    11. 11
    12. ...
    13. 67
    14. »
 Pos Terdahulu
Pos Lebih Baru 

MAESTRO MEDIA

Perusahaan Teknologi Informasi dan Multimedia.

Layanan

  • jasa pembuatan logoJasa Pembuatan Logo
  • jasa sosial media marketing semarangJasa Sosial Media Marketing
  • Jasa Pembuatan Website Semarang Maestro MediaJasa Pembuatan Website
  • Maestro Media Software DevelopmentJasa Pembuatan Software (Software Development)
  • Maestro Media TeknologiJasa Pembuatan Website, Software, Multimedia Semarang

Recent Posts

  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Salatiga
    In Batik, Grafis, Kota Salatiga, Multimedia, Seni & Budaya

Kategori

Menu

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Terbaru
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
© 2025 - All Rights Reserved.
Tema Ashe dibuat oleh WP Royal.