• Terbaru
  • Artikel
  • Berita
  • Teknologi
  • Seni & Budaya
  • Buku
  • Event
  • TV
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami

Terbaru

  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Salatiga
    In Batik, Grafis, Kota Salatiga, Multimedia, Seni & Budaya

Artis

  • Ar Rofi Music
  • Digital Mantra
  • Instrumental Nusantara
  • Ismaya
  • Kadita
  • Primbon
  • Troxa
  • Turangga
  • Vanaprastha
  • Arti Peribahasa Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

    “Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga” Arti peribahasa “Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga” adalah karena kejahatan atau kesalahan yang kecil, hilang kebaikan yang telah diperbuat.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan

    Arti Peribahasa Hawa Pantang Kerendahan, Nafsu Pantang Kekurangan

    25 Oktober 2022
    anak bapak

    Arti Istilah Anak Bapak

    25 Oktober 2022
    lamun siro sekti, ojo mateni lamun siro banter, ojo ndhisiki lamun siro pinter, ojo minteri

    Makna Pepatah Jawa Lamun Siro Sekti, Ojo Mateni Lamun Siro Banter, Ojo Ndhisiki Lamun Siro Pinter, Ojo Minteri

    24 Oktober 2022
  • Arti Peribahasa Luka Sudah Hilang Parut Tinggal Juga

    Luka Sudah Hilang Parut Tinggal Juga Arti Peribahasa “Luka Sudah Hilang Parut Tinggal Juga” adalah setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang berselisih, walaupun perselisihan itu sudah berakhir.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Arti Peribahasa Lain di Mulut Lain di Hati

    1 November 2022

    Kalau Pandai Meniti Buih, Selamat Badan Sampai ke Seberang

    1 November 2022
    Nerimo ing Pandum

    Arti Nerimo ing Pandum

    5 Oktober 2022
  • jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia

    Arti Peribahasa Jangan Disesar Gunung Berlari, Hilang Kabut Tampaklah Dia

    Jangan Disesar Gunung Berlari, Hilang Kabut Tampaklah Dia Arti Peribahasa “Jangan Disesar Gunung Berlari, Hilang Kabut Tampaklah Dia” adalah hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    bagai rambut dibelah seribu

    Arti Peribahasa Bagai Rambut Dibelah Seribu

    14 Oktober 2022
    Seorang Makan Cempedak, Semua Kena Getahnya

    Arti Peribahasa Seorang Makan Cempedak, Semua Kena Getahnya

    1 November 2022

    Arti Peribahasa Menghela Lembu dengan Tali, Menghela Manusia dengan Kata

    1 November 2022
  • Sapardi Djoko Damono - Kita Saksikan

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Kita Saksikan (1967)

    Kita Saksikan kita saksikan burung-burung lintas di udara kita saksikan awan-awan kecil di langit utara waktu itu cuaca pun senyap seketika sudah sejak lama, sejak lama kita tak mengenalnya di antara hari buruk dan dunia maya kita pun kembali mengenalnya kumandang kekal, percakapan tanpa kata-kata saat-saat yang lama hilang dalam igauan manusia  

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Sapardi Djoko Damono - Kenangan

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Kenangan

    13 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Hanya

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Hanya

    9 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Kepada Kawan

    Puisi Chairil Anwar Kepada Kawan

    3 Oktober 2022
  • esa hilang, dua terbilang

    Arti Peribahasa Esa Hilang, Dua Terbilang

    Esa Hilang, Dua Terbilang Arti Peribahasa “Esa Hilang, Dua Terbilang” adalah berusaha terus dengan keras hati hingga maksud tercapai.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Arti Peribahasa Sekali Air Pasang, Sekali Tepian Beranjak, Sekali Air di Dalam, Dekali Pasir Berubah

    1 November 2022
    bagai mencincang air

    Arti Peribahasa Bagai Mencincang Air

    8 Oktober 2022
    bagai menulis di atas air

    Arti Peribahasa Bagai Menulis di Atas Air

    12 Oktober 2022
  • Puisi Chairil Anwar Kenangan

    Puisi Chairil Anwar Kenangan

    Kenangan Untuk Karinah Moordjono, Kadang Di antara jeriji itu itu saja Mereksmi memberi warna Benda usang dilupa Ah! tercebar rasanya diri Membubung tinggi atas kini Sejenak Saja. Halus rapuh ini jalinan kenang Hancur hilang belum dipegang Terhentak Kembali di itu itu saja Jiwa bertanya; Dari buah Hidup kan banyakan jatuh ke tanah? Menyelubung nyesak penyesalan pernah menyia-nyia.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Sapardi Djoko Damono - Dalam Diriku

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Dalam Diriku

    15 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Aku

    Puisi Chairil Anwar Aku

    2 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Malam

    Puisi Chairil Anwar Malam

    11 Oktober 2022
  • Puisi Chairil Anwar Kepada Kawan

    Puisi Chairil Anwar Kepada Kawan

    Kepada Kawan Sebelum Ajal mendekat dan mengkhianat, mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat, selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa, belum bertugas kecewa dan gentar belum ada, tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam, layar merah terkibar hilang dalam kelam, kawan, mari kita putuskan kini di sini: Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri! Jadi Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan, Tembus jelajah dunia ini dan balikkan Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu, Pilih kuda yang paling liar, pacu laju, Jangan tambatkan pada siang dan malam Dan Hancurkan lagi apa yang kau perbuat, Hilang sonder pusaka, sonder kerabat. Tidak minta ampun atas segala dosa, Tidak memberi pamit pada siapa…

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Sapardi Djoko Damono - Ia Tak Pernah

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Ia Tak Pernah

    14 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Pertanyaan Kerikil yang Goblok

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Pertanyaan Kerikil yang Goblok

    15 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Tentang Matahari

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Tentang Matahari (1971)

    13 Oktober 2022
  • Puisi Chairil Anwar Aku

    Puisi Chairil Anwar Aku

    Aku Kalau sampai waktuku Kumau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Geguritan Jawa Pecat Nyowo

    Geguritan Bab Pecat Nyowo

    14 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Cerita

    Puisi Chairil Anwar Cerita

    4 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Sajak Kecil Tentang Cinta

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Sajak Kecil Tentang Cinta

    24 Oktober 2022
    1. Halaman:
    2. 1
    3. 2
    4. »
 Pos Terdahulu

MAESTRO MEDIA

Perusahaan Teknologi Informasi dan Multimedia.

Layanan

  • jasa pembuatan logoJasa Pembuatan Logo
  • jasa sosial media marketing semarangJasa Sosial Media Marketing
  • Jasa Pembuatan Website Semarang Maestro MediaJasa Pembuatan Website
  • Maestro Media Software DevelopmentJasa Pembuatan Software (Software Development)
  • Maestro Media TeknologiJasa Pembuatan Website, Software, Multimedia Semarang

Recent Posts

  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Salatiga
    In Batik, Grafis, Kota Salatiga, Multimedia, Seni & Budaya

Kategori

Menu

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Terbaru
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
© 2025 - All Rights Reserved.
Tema Ashe dibuat oleh WP Royal.