• Terbaru
  • Artikel
  • Berita
  • Teknologi
  • Seni & Budaya
  • Buku
  • Event
  • TV
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami

Terbaru

  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Salatiga
    In Batik, Grafis, Kota Salatiga, Multimedia, Seni & Budaya

Artis

  • Ar Rofi Music
  • Digital Mantra
  • Instrumental Nusantara
  • Ismaya
  • Kadita
  • Primbon
  • Troxa
  • Turangga
  • Vanaprastha
  • Puisi Chairil Anwar Cerita

    Puisi Chairil Anwar Cerita

    Cerita Kepada Darmawidjaya, Di pasar baru mereka Lalu mengada-menggaya. Mengikat sudah kesal Tak tahu apa dibuat Jiwa satu teman lucu Dalam hidup, dalam tuju. Gundul diselimuti tebal Sama segala berbuat-buat. Tapi kadang pula dapat Ini renggang terus terapat.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Sapardi Djoko Damono - Atas Kemerdekaan

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Atas Kemerdekaan

    20 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Aku

    Puisi Chairil Anwar Aku

    2 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Yang Fana Adalah Waktu

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Yang Fana Adalah Waktu (1978)

    14 Oktober 2022
  • Puisi Chairil Anwar Selama Bulan Menyinari Dadanya

    Puisi Chairil Anwar Selama Bulan Menyinari Dadanya

    Selama Bulan Menyinari Dadanya Selama bulan menyinari dadanya jadi pualam Ranjang padang putih tiada batas Sepilah panggil panggilan Antara aku dan mereka yang bertolak Aku bukan lagi si cilik tidak tahu jalan Di hadapan berpuluh lorong dan gang menimbang: Ini tempat terikat pada Ida dan ini ruangan “pas bebas” Selama bulan menyinari dadanya jadi pualam Ranjang padang putih tiada batas Sepilah panggil panggilan Antara aku dan mereka yang bertolak Juga ibuku yang berjanji Tidak meninggalkan sekoci. Lihatlah cinta jingga luntur: Dan aku yang pilih Tinjauan mengabur, daun daun sekitar gugur Rumah tersembunyi dalam cemara rindang tinggi Pada jendela kaca tiada bayang datang mengambang Gundu, gasing, kuda kudaan, kapal kapalan di…

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Sapardi Djoko Damono - Ayat-Ayat Tokyo

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Ayat-Ayat Tokyo

    16 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Krawang-Bekasi

    Puisi Chairil Anwar Krawang-Bekasi

    29 September 2022
    Puisi Chairil Anwar Sebuah Kamar

    Puisi Chairil Anwar Sebuah Kamar

    1 November 2022
  • Puisi Chairil Anwar Kabar Dari Laut

    Puisi Chairil Anwar Kabar Dari Laut

    Kabar Dari Laut Aku memang benar tolol ketika itu, Mau pula membikin hubungan dengan kau; Lupa kelasi tiba-tiba bisa sendiri di laut pilu, Berujuk kembali dengan tujuan biru. Di tubuhku ada luka sekarang, Bertambah lebar juga, mengeluar darah, Di bekas dulu kau cium napsu dan garang; Lagi aku pun sangat lemah serta menyerah. Hidup berlangsung antara buritan dan kemudi. Pembatasan cuma tambah menyatukan kenang. Dan tawa gila pada whisky tercermin tenang. Dan kau? Apakah kerjamu sembahyang dan memuji, Atau di antara mereka juga terdampar, Burung mati pagi hari di sisi sangkar?

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Puisi Chairil Anwar Selama Bulan Menyinari Dadanya

    Puisi Chairil Anwar Selama Bulan Menyinari Dadanya

    2 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Hujan Bulan Juni

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Hujan Bulan Juni

    11 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Dendam

    Puisi Chairil Anwar Dendam

    30 September 2022
  • Puisi Chairil Anwar Aku Berkisar Antara Mereka

    Puisi Chairil Anwar Aku Berkisar Antara Mereka

    Aku Berkisar Antara Mereka Aku berkisar antara mereka sejak terpaksa Bertukar rupa di pinggir jalan, aku pakai mata mereka Pergi ikut mengunjungi gelanggang bersenda: Kenyataan-kenyataan yang didapatnya. (bioskop Capitol putar film Amerika, lagu-lagu baru irama mereka berdansa) Kami pulang tidak kena apa-apa Sungguhpun Ajal macam rupa jadi tetangga Terkumpul di halte, kami tunggu trem dari kota Yang bergerak di malam hari sebagai gigi masa. Kami, timpang dan pincang, negatip dalam janji juga Sandarkan tulang belulang pada lampu jalan saja, Sedang tahun gempita terus berkata. Hujan menimpa. Kami tunggu trem dari kota. Ah hati mati dalam malam ada doa Bagi yang baca tulisan tanganku dalam cinta mereka Semoga segala sypilis dan…

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Puisi Chairil Anwar Kenangan

    Puisi Chairil Anwar Kenangan

    13 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Selama Bulan Menyinari Dadanya

    Puisi Chairil Anwar Selama Bulan Menyinari Dadanya

    2 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Merdeka

    Puisi Chairil Anwar Merdeka

    14 Oktober 2022

MAESTRO MEDIA

Perusahaan Teknologi Informasi dan Multimedia.

Layanan

  • jasa pembuatan logoJasa Pembuatan Logo
  • jasa sosial media marketing semarangJasa Sosial Media Marketing
  • Jasa Pembuatan Website Semarang Maestro MediaJasa Pembuatan Website
  • Maestro Media Software DevelopmentJasa Pembuatan Software (Software Development)
  • Maestro Media TeknologiJasa Pembuatan Website, Software, Multimedia Semarang

Recent Posts

  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Salatiga
    In Batik, Grafis, Kota Salatiga, Multimedia, Seni & Budaya

Kategori

Menu

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Terbaru
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
© 2025 - All Rights Reserved.
Tema Ashe dibuat oleh WP Royal.