-
Arti Peribahasa Menohok Teman Seiring dalam Lipatan
Menohok Teman Seiring dalam Lipatan Arti Peribahasa “Menohok Teman Seiring dalam Lipatan” adalah mencelakakan teman sendiri.
-
Arti Perbahasa Tertangguk pada Ikan Sama Menguntungkan, Tertanggung pada Rangsang Sama Mengiraikan
Tertangguk pada Ikan Sama Menguntungkan, Tertanggung pada Rangsang Sama Mengiraikan Arti Perbahasa “Tertangguk pada Ikan Sama Menguntungkan, Tertanggung pada Rangsang Sama Mengiraikan” adalah suka dan duka dijalani bersama. Keuntungan yang didapatkan dinikmati bersama-sama, kesusahan yang dialami diatasi bersama-sama juga.
-
Arti Peribahasa Kecil-Kecil Cabai Rawit
Kecil-Kecil Cabai Rawit Arti Peribahasa “Kecil-Kecil Cabai Rawit” adalah kecil, tetapi cerdik / pemberani / membahayakan.
-
Arti Peribahasa Murah di Mulut, Mahal di Timbangan
Murah di Mulut, Mahal di Timbangann Arti Peribahasa “Murah di Mulut, Mahal di Timbangan” adalah mudah sekali berjanji tetapi tidak pernah menepati.
-
Arti Peribahasa Tua-Tua Keladi, Makin Tua Makin Menjadi
Tua-Tua Keladi, Makin Tua Makin Menjadi Arti Peribahasa “Tua-Tua Keladi, Makin Tua Makin Menjadi” adalah orang tua yang bersikap seperti anak muda, terutama dalam masalah percintaan.
-
Arti Peribahasa Jauh Panggang dari Api
Jauh Panggang dari Api Arti Peribahasa “Jauh Panggang dari Api” adalah banyak bedanya, tidak kena, tidak benar.
-
Arti Peribahasa Daripada Hidup Berputih Mata, Lebih Baik Mati Berputih Tulang
Daripada Hidup Berputih Mata, Lebih Baik Mati Berputih Tulang Arti Peribahasa “Daripada Hidup Berputih Mata, Lebih Baik Mati Berputih Tulang” adalah lebih baik mati daripada menanggung malu.
-
Makna Pepatah Jawa Kakehan Gludhug, Kurang Udan
Kakehan Gludhug, Kurang Udan Pepatah Jawa “Kakehan Gludhug, Kurang Udan” bermakna orang yang banyak bicara tetapi tidak ada bukti konkret yang nyata.



















