-
Mammon (Perjanjian Terlarang)
Bab 1: Aroma Tanah dan Kehampaan Salatiga sore itu dibalut kabut tipis yang turun dari lereng Merbabu, membawa hawa dingin yang sanggup menembus jaket denim lusuh milik Melanie. Namun, bagi Melanie, dingin ini terasa jujur. Jauh lebih jujur daripada udara pengap di pusat rehabilitasi yang berbau karbol dan keputusasaan yang dipaksakan sembuh. Mobil travel yang membawanya berhenti tepat di depan gerbang besi berkarat. Di baliknya, berdiri sebuah rumah kolonial yang tampak seperti raksasa yang sedang sekarat—megah, namun pucat dan menyimpan rahasia di tiap sudut plafonnya yang tinggi. ”Kita sampai, Mel,” suara berat itu memecah lamunan Melanie. Dodik sudah berdiri di sana, menyambutnya dengan tangan yang terjulur ragu. Pria itu tampak…


