• Dia Yang Lain

    Dia Yang Lain : Keberadaan “Dia” adalah syarat untuk menyadari “Aku”

    Kita akan  menyelami salah satu tema paling mendalam dalam filsafat: “Dia yang Lain” (The Other). Seringkali kita melihat orang asing sebagai jarak, namun secara filosofis, “Dia” adalah cermin yang memungkinkan kita untuk benar-benar melihat siapa diri kita. Kita akan membedah bagaimana kehadiran orang lain menantang ego kita, menuntut empati, dan menjadi jembatan menuju kemanusiaan yang lebih utuh. Dari pemikiran Jean-Paul Sartre hingga etika wajah Emmanuel Levinas, mari kita jelajahi mengapa mengakui “Dia” adalah langkah pertama untuk memahami “Aku”. Siapakah aku tanpa kehadiran dirimu? Pertanyaan ini bukan sekadar rintihan rindu yang sentimental, melainkan sebuah kegelisahan ontologis yang menghujam jantung eksistensi. Tanpa “Dirimu” dia yang asing, yang berbeda, dan yang berdiri di luar…

  • Novel Ruang Memori

    Novel Ruang Memori | Hendro Widitomo

    PROLOG: Gema Tak Berkesudahan Ruangan itu memiliki ingatannya sendiri. Ia tidak butuh pena untuk menuliskan sejarah, atau lisan untuk menceritakan rahasia. Ia hanya butuh waktu yang membusuk dalam kesunyian. Di antara pori-pori tembok yang lembap dan retakan ubin marmer yang mendingin, tersimpan rekaman yang tak pernah benar-benar terhapus. Sebuah gema yang memantul dari dinding ke dinding, mencari telinga yang cukup sunyi untuk mendengarnya. Di gedung ini, waktu tidak bergerak maju. Ia hanya melingkar, seperti asap cerutu yang terjebak di bawah plafon tinggi, menunggu angin yang tak kunjung datang. Ada getaran yang tertinggal pada gagang pintu kuningan; sebuah vibrasi yang menyimpan bekas tangan-tangan serakah dan jemari yang gemetar karena ketakutan. Mereka…

  • Kerajaan Awan Putih | Turangga Media

    Di langit yang tinggi, jauh di atas gunung, laut, dan kota-kota yang berkilauan di malam hari, ada sebuah kerajaan yang tidak semua orang bisa lihat. Kerajaan itu bernama Kerajaan Awan Putih. Istana di sana terbuat dari gumpalan awan yang lembut, berlapis-lapis seperti kapas, berkilau keemasan saat terkena sinar matahari pagi, dan berubah menjadi perak saat malam tiba. Angin bertiup pelan, membuat seluruh kerajaan terasa seperti sedang mengapung dalam mimpi. Di sana tinggal seorang anak bernama Azmi. Rambutnya putih keperakan seperti kabut pagi, dan matanya biru cerah seperti langit setelah hujan. Azmi dikenal sebagai anak yang ceria, penuh rasa ingin tahu, dan sangat baik hati. Namun, ada satu hal yang paling…

  • Bintang Kecil Menyapa | Turangga Media

    Di sebuah desa kecil yang tenang, hiduplah seorang anak perempuan bernama Lila. Ia tinggal di rumah sederhana dengan jendela kayu yang menghadap langsung ke langit luas. Setiap malam, sebelum tidur, Lila selalu duduk di dekat jendela itu. Ia punya kebiasaan yang sedikit berbeda dari anak-anak lain. Lila suka berbicara dengan langit. Malam itu, seperti biasa, ia memeluk bantal kecilnya dan menatap ke atas. Langit tampak gelap, tetapi dihiasi ribuan bintang yang berkelap-kelip seperti lampu kecil. Namun, ada satu hal yang membuat hati Lila terasa sedikit kosong. “Ayah masih lama pulangnya…” bisiknya pelan. Ayah Lila bekerja di kota yang jauh. Ia hanya pulang sesekali. Walaupun Lila selalu ditemani ibunya, tetap saja……

  • Novel Mammon (Perjanjian Terlarang)

    Bab 1: Aroma Tanah dan Kehampaan ​Salatiga sore itu dibalut kabut tipis yang turun dari lereng Merbabu, membawa hawa dingin yang sanggup menembus jaket denim lusuh milik Melanie. Namun, bagi Melanie, dingin ini terasa jujur. Jauh lebih jujur daripada udara pengap di pusat rehabilitasi yang berbau karbol dan keputusasaan yang dipaksakan sembuh. ​Mobil travel yang membawanya berhenti tepat di depan gerbang besi berkarat. Di baliknya, berdiri sebuah rumah kolonial yang tampak seperti raksasa yang sedang sekarat—megah, namun pucat dan menyimpan rahasia di tiap sudut plafonnya yang tinggi. ​”Kita sampai, Mel,” suara berat itu memecah lamunan Melanie. ​Dodik sudah berdiri di sana, menyambutnya dengan tangan yang terjulur ragu. Pria itu tampak…