Seni & Budaya
-
Gugur Bunga – Instrumental Lagu Nasional Indonesia | Digital Mantra
Gugur Bunga – Instrumental Lagu Nasional Indonesia Cipt. Ismail Marzuki Music : Digital Mantra Lirik: Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini pelipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti Gugur bungaku di taman bakti Di haribaan pertiwi Harum semerbak menambahkan sari Tanah air jaya sakti Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti Betapa hatiku takkan pilu Telah…
-
Puisi Chairil Anwar Dalam Kereta
Dalam Kereta Dalam kereta. Hujan menebal jendela Semarang, Solo…, makin dekat saja Menangkup senja. Menguak purnama. Caya menyayat mulut dan mata. Menjengking kereta. Menjengking jiwa, Sayatan terus ke dada.
-
Puisi Chairil Anwar Sudah Dulu Lagi
Sudah Dulu Lagi Sudah dulu lagi terjadi begini Jari tidak bakal teranjak dari petikan bedil Jangan tanya mengapa jari cari tempat di sini Aku tidak tahu tanggal serta alasan lagi Dan jangan tanya siapa akan menyiapkan liang penghabisan Yang akan terima pusaka: kedamaian antara runtuhan menara Sudah dulu lagi, sudah dulu lagi Jari tidak bakal teranjak dari petikan bedil.
-
Puisi Chairil Anwar Doa
Doa Kepada pemeluk teguh, Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut nama-Mu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh Cahaya-Mu panas suci Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku Aku hilang bentuk Remuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhanku Di pintu-Mu aku mengetuk Aku tidak bisa berpaling.
-
Puisi Chairil Anwar Hukum
Hukum Saban sore ia lalu depan rumahku Dalam baju tebal abu-abu Seorang jerih memikul. Banyak menangkis pukul. Bungkuk jalannya – Lesu Pucat mukanya – Lesu Orang menyebut satu nama jaya Mengingat kerjanya dan jasa Melecut supaya terus ini padanya Tapi mereka memaling. Ia begitu kurang tenaga Pekik di angkasa: Perwira muda Pagi ini menyinar lain masa Nanti, kau dinanti-dimengerti!
-
Puisi Chairil Anwar Ajakan
Ajakan Ida Menembus sudah caya Udara tebal kabut Kaca hitam lumut Pecah pencar sekarang Di ruang legah lapang Mari ria lagi Tujuh belas tahun kembali Bersepeda sama gandengan Kita jalani ini jalan Ria bahgia Tak acuh apa-apa Gembira girang Biar hujan datang Kita mandi-basahkan diri Tahu pasti sebentar kering lagi.
-
Syukur – Instrumental Lagu Nasional Indonesia | Digital Mantra
Syukur – Instrumental Lagu Nasional Indonesia Cipt. Husein Mutahar Music : Digital Mantra Lirik: Dari yakin ‘ku teguh Hati ikhlas ‘ku penuh Akan karunia-Mu Tanah air pusaka Indonesia merdeka Syukur aku sembahkan Ke hadirat-Mu Tuhan Dari yakin ‘ku teguh Cinta ikhlas ‘ku penuh Akan jasa usaha Pahlawanku yang baka Indonesia merdeka Syukur aku hunjukkan Ke bawah duli tuan Dari yakin ‘ku teguh Bakti ikhlas ‘ku penuh Akan azas rukunmu Pandu bangsa yang nyata Indonesia merdeka Syukur aku hunjukkan Ke hadapanmu tuan Syukur aku sembahkan Ke hadirat-Mu Tuhan Sosial Media : Website : https://maestromedia.co.id Facebook : https://www.facebook.com/maestromedia.co.id Instagram : https://www.instagram.com/maestromedi.co.id Email : maestromedia.co.id@gmail.com Spotify : https://open.spotify.com/artist/58w76CEVp8eOXanAkLfa9G Youtube : https://www.youtube.com/c/maestromediaTV Beri dukungan…
-
Puisi Chairil Anwar Kabar Dari Laut
Kabar Dari Laut Aku memang benar tolol ketika itu, Mau pula membikin hubungan dengan kau; Lupa kelasi tiba-tiba bisa sendiri di laut pilu, Berujuk kembali dengan tujuan biru. Di tubuhku ada luka sekarang, Bertambah lebar juga, mengeluar darah, Di bekas dulu kau cium napsu dan garang; Lagi aku pun sangat lemah serta menyerah. Hidup berlangsung antara buritan dan kemudi. Pembatasan cuma tambah menyatukan kenang. Dan tawa gila pada whisky tercermin tenang. Dan kau? Apakah kerjamu sembahyang dan memuji, Atau di antara mereka juga terdampar, Burung mati pagi hari di sisi sangkar?





















