• Terbaru
  • Artikel
  • Berita
  • Teknologi
  • Seni & Budaya
  • Buku
  • Event
  • TV
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami

Terbaru

  • Mammon (Perjanjian Terlarang)
    In Artikel, Buku, Cerpen, Digital Mantra, Digital Mantra, Fiksi, Horor, HOT, Misteri, Musik, Novel, Sastra, Seni & Budaya, Series, Story
  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya

Artis

  • Ar Rofi Music
  • Digital Mantra
  • Instrumental Nusantara
  • Ismaya
  • Kadita
  • Primbon
  • Troxa
  • Turangga
  • Vanaprastha
  • hari baik dan tata keseimbangan alam

    Hari Baik dan Tata Keseimbangan Alam

    Pulau Jawa menyimpan pesona bagi tiap insan yang merindukan ketentraman atas gejolak bathin yang dialaminya. Keharmonisan semesta dan manusia terjaga melalui kebudayaan luhur yang lestari di tengah arus modernisasi tanpa batas. Keselarasan itu bersumber dari kebiasaan orang-orang Jawa yang gemar bertirakat. Menepis kerakusan serta keserakahan dengan menahan diri seperti dengan berpuasa ataupun bertapa. Kehidupan spiritual ini cukup kental khususnya di wilayah-wilayah pinggiran kota yang dekat dan bersentuhan langsung dengan alam. Adanya perhitungan hari baik hingga kalender tradisional membuktikan bahwa manusia Jawa memahami betul siklus alam sekaligus memiliki intelektual tinggi dari riset yang dulu dilakukan nenek moyangnya. Perhitungan ini berdasarkan gejala alam berupa musim, arah angin, intensitas matahari hingga kondisi geografis…

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    tulisan opini artikel

    Pandemi : Saatnya Koreksi dan Memperbaiki Diri

    1 September 2021
    Abstrak

    Manifesto Ketuhanan

    18 April 2007
    unlimited

    No Limit …

    10 November 2011
  • Kalau Tidak Angin Bertiup, Tidak Akan Pohon Bergoyang

    Arti peribahasa “Kalau Tidak Angin Bertiup, Tidak Akan Pohon Bergoyang” adalah sesuatu hal yang terjadi tentu ada penyebabnya.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    air dicencang tiada putus

    Arti Peribahasa Air Dicencang Tiada Putus

    13 Oktober 2022

    Kalau Pandai Meniti Buih, Selamat Badan Sampai ke Seberang

    1 November 2022
    dalam lautan dapat diduga, dalam hati siapa tahu

    Arti Peribahasa Dalam Lautan Dapat Diduga, Dalam Hati Siapa Tahu

    29 Oktober 2022
  • Sapardi Djoko Damono - Hujan Dalam Komposisi, 2

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Hujan Dalam Komposisi, 2 (1969)

    Hujan Dalam Komposisi, 2 Apakah yang kita harapkan dari hujan?  Mula-mula ia di udara tinggi, ringan dan bebas; lalu mengkristal dalam dingin; kemudian melayang jatuh ketika tercium bau bumi; dan menimpa pohon jambu itu, tergelincir dari daun-daun, melenting di atas genting, tumpah di pekarangan rumah, dan kembali ke bumi. Apa yang kita harapkan? Hujan juga terjatuh di jalan yang panjang, menusurnya, dan tergelincir masuk selokan kecil, mericik swaranya, menyusur selokan, terus mericik sejak sore, mericik juga di malam gelap ini, bercakap tentang lautan. Apakah? Mungkin ada juga hujan yang jatuh di lautan, Selamat tidur.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Sapardi Djoko Damono - Sajak Kecil Tentang Cinta

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Sajak Kecil Tentang Cinta

    24 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Sendiri

    Puisi Chairil Anwar Sendiri

    5 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Tentang Matahari

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Tentang Matahari (1971)

    13 Oktober 2022
  • Sapardi Djoko Damono - Atas Kemerdekaan

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Atas Kemerdekaan

    Atas Kemerdekaan Kita berkata: jadilah dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut di atasnya: langit dan badai tak henti-henti di tepinya cakrawala terjerat juga akhirnya kita, kemudian adalah sibuk mengusut rahasia angka-angka sebelum Hari yang ketujuh tiba sebelum kita ciptakan pula Firdaus dari segenap mimpi kita sementara seekor ular melilit pohon itu: inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Puisi Chairil Anwar Tak Sepadan

    Puisi Chairil Anwar Tak Sepadan

    29 September 2022
    Puisi Chairil Anwar Derai-Derai Cemara

    Puisi Chairil Anwar Derai-Derai Cemara

    7 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Bercerai

    Puisi Chairil Anwar Bercerai

    1 Oktober 2022
  • Sapardi Djoko Damono - Kepada Istriku

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Kepada Istriku (1967)

    Kepada Istriku Pandanglah yang masih sempat ada pandanglah aku: sebelum susut dari suasana sebelum pohon-pohon di luar tinggal suara terpantul di dinding-dinding gua Pandang dengan cinta. Meski segala pun sepi tandanya waktu kau bertanya-tanya, bertahan setia langit mengekalkan warna birunya bumi menggenggam seberkas bunga, padamu semata

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Sapardi Djoko Damono - Atas Kemerdekaan

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Atas Kemerdekaan

    20 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Aku Berkisar Antara Mereka

    Puisi Chairil Anwar Aku Berkisar Antara Mereka

    26 September 2022
    Sapardi Djoko Damono - Hujan Dalam Komposisi, 2

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Hujan Dalam Komposisi, 2 (1969)

    29 Oktober 2022
  • Sapardi Djoko Damono - Ia Tak Pernah

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Ia Tak Pernah

    Ia Tak Pernah ia tak pernah berjanji kepada pohon untuk menerjemahkan burung menjadi api ia tak pernah berjanji kepada burung untuk menyihir api menjadi pohon ia tak pernah berjanji kepada api untuk mengembalikan pohon kepada burung

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Puisi Chairil Anwar Kepada Kawan

    Puisi Chairil Anwar Kepada Kawan

    3 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Atas Kemerdekaan

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Atas Kemerdekaan

    20 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Dalam Doaku

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Dalam Doaku

    18 Oktober 2022
  • Sapardi Djoko Damono - Hujan Bulan Juni

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Hujan Bulan Juni

    Hujan Bulan Juni tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Puisi Chairil Anwar Taman

    Puisi Chairil Anwar Taman

    2 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Tentang Matahari

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Tentang Matahari (1971)

    13 Oktober 2022
    Geguritan Jawa Pecat Nyowo

    Geguritan Bab Pecat Nyowo

    14 Oktober 2022

MAESTRO MEDIA

Perusahaan Teknologi Informasi dan Multimedia.

Layanan

  • jasa pembuatan logoJasa Pembuatan Logo
  • jasa sosial media marketing semarangJasa Sosial Media Marketing
  • Jasa Pembuatan Website Semarang Maestro MediaJasa Pembuatan Website
  • Maestro Media Software DevelopmentJasa Pembuatan Software (Software Development)
  • Maestro Media TeknologiJasa Pembuatan Website, Software, Multimedia Semarang

Recent Posts

  • Mammon (Perjanjian Terlarang)
    In Artikel, Buku, Cerpen, Digital Mantra, Digital Mantra, Fiksi, Horor, HOT, Misteri, Musik, Novel, Sastra, Seni & Budaya, Series, Story
  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya

Kategori

Menu

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Terbaru
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
© 2025 - All Rights Reserved.
Tema Ashe dibuat oleh WP Royal.