• Terbaru
  • Artikel
  • Berita
  • Teknologi
  • Seni & Budaya
  • Buku
  • Event
  • TV
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami

Terbaru

  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Salatiga
    In Batik, Grafis, Kota Salatiga, Multimedia, Seni & Budaya

Artis

  • Ar Rofi Music
  • Digital Mantra
  • Instrumental Nusantara
  • Ismaya
  • Kadita
  • Primbon
  • Troxa
  • Turangga
  • Vanaprastha
  • hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan

    Arti Peribahasa Hawa Pantang Kerendahan, Nafsu Pantang Kekurangan

    Hawa Pantang Kerendahan, Nafsu Pantang Kekurangan Arti Peribahasa “Hawa Pantang Kerendahan, Nafsu Pantang Kekurangan” adalah hawa nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    dalam lautan dapat diduga, dalam hati siapa tahu

    Arti Peribahasa Dalam Lautan Dapat Diduga, Dalam Hati Siapa Tahu

    29 Oktober 2022
    di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai

    Arti Peribahasa Di Mana Kayu Bengkok, Di Sana Musang Mengintai

    13 Oktober 2022

    Arti Peribahasa Kalau Dipanggil Dia Menyahut, Kalau Dilihat Dia Bersua

    1 November 2022
  • Menikmati Kesakitan

    Menikmati Kesakitan

    Rasa sedih ini menghantuiku akhir-akhir ini. Takut kepada ketidakpastian yang memburuku untuk terus mencari jati diri. Merasa dikalahkan oleh keadaan yang kurasa siapapun tak menginginkannya. Dipaksa, terpaksa dan memaksa diri untuk terus menyelaraskan keinginan dengan dharma semesta. Aku butuh waktu untuk berdiam diri. Membiarkan entitas lain menuntunku entah kemana. Ketidakpercayaan, kepasrahan, mengendapkan hasrat tuk menyingkirkan kekotoran bathin selama ini. Sebuah proses kalibrasi, ketepatanku berdiri di salah satu sudut dunia. Lelah atas pergolakan pikir yang menjadi batu sandungan dalam perjalanan lakuku. Berhenti sejenak untuk mengobati luka, sembari berpikir mencari jalan lain atau memilih terus melanjutkan melalui jalan yang sama. Jalan yang tak mudah dilalui, penuh kerikil tajam, menanjak dan berkelok. Kuharus…

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    tejo kinurung

    Tejo Kinurung – Berani Membakar Diri Untuk Menerangi Seisi Ruang

    21 Oktober 2022
    segitiga

    Tuhan, Setan dan Aku

    17 Mei 2010
    kalibrasi alat ukur

    Kalibrasi Alat Ukur “Cinta”

    2 Oktober 2022
  • Puisi Chairil Anwar Suara Malam

    Puisi Chairil Anwar Suara Malam

    Suara Malam Dunia badai dan topan Manusia mengingatkan “Kebakaran di Hutan”* Jadi ke mana Untuk damai dan reda? Mati. Barang kali ini diam kaku saja Dengan ketenangan selama bersatu Mengatasi suka dan duka Kekebalan terhadap debu dan nafsu. Berbaring tak sedar Seperti kapal pecah di dasar lautan Jemu dipukul ombak besar. Atau ini. Peleburan dalam Tiada dan sekali akan menghadap cahaya. Ya Allah! Badanku terbakar – segala samar. Aku sudah melewati batas. Kembali? Pintu tertutup dengan keras.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Puisi Chairil Anwar Selama Bulan Menyinari Dadanya

    Puisi Chairil Anwar Selama Bulan Menyinari Dadanya

    2 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Akulah Si Telaga

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Akulah Si Telaga (1982)

    27 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Gerimis Jatuh

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Gerimis Jatuh

    24 Oktober 2022
  • Puisi Chairil Anwar Kabar Dari Laut

    Puisi Chairil Anwar Kabar Dari Laut

    Kabar Dari Laut Aku memang benar tolol ketika itu, Mau pula membikin hubungan dengan kau; Lupa kelasi tiba-tiba bisa sendiri di laut pilu, Berujuk kembali dengan tujuan biru. Di tubuhku ada luka sekarang, Bertambah lebar juga, mengeluar darah, Di bekas dulu kau cium napsu dan garang; Lagi aku pun sangat lemah serta menyerah. Hidup berlangsung antara buritan dan kemudi. Pembatasan cuma tambah menyatukan kenang. Dan tawa gila pada whisky tercermin tenang. Dan kau? Apakah kerjamu sembahyang dan memuji, Atau di antara mereka juga terdampar, Burung mati pagi hari di sisi sangkar?

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Tuhanku dan dirinya

    Tuhanku dan dirinya

    18 April 2011
    Sapardi Djoko Damono - Dalam Doaku

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Dalam Doaku

    18 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Ayat-Ayat Tokyo

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Ayat-Ayat Tokyo

    16 Oktober 2022

MAESTRO MEDIA

Perusahaan Teknologi Informasi dan Multimedia.

Layanan

  • jasa pembuatan logoJasa Pembuatan Logo
  • jasa sosial media marketing semarangJasa Sosial Media Marketing
  • Jasa Pembuatan Website Semarang Maestro MediaJasa Pembuatan Website
  • Maestro Media Software DevelopmentJasa Pembuatan Software (Software Development)
  • Maestro Media TeknologiJasa Pembuatan Website, Software, Multimedia Semarang

Recent Posts

  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Salatiga
    In Batik, Grafis, Kota Salatiga, Multimedia, Seni & Budaya

Kategori

Menu

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Terbaru
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
© 2025 - All Rights Reserved.
Tema Ashe dibuat oleh WP Royal.