-
Mammon (Perjanjian Terlarang)
Bab 1: Aroma Tanah dan Kehampaan Salatiga sore itu dibalut kabut tipis yang turun dari lereng Merbabu, membawa hawa dingin yang sanggup menembus jaket denim lusuh milik Melanie. Namun, bagi Melanie, dingin ini terasa jujur. Jauh lebih jujur daripada udara pengap di pusat rehabilitasi yang berbau karbol dan keputusasaan yang dipaksakan sembuh. Mobil travel yang membawanya berhenti tepat di depan gerbang besi berkarat. Di baliknya, berdiri sebuah rumah kolonial yang tampak seperti raksasa yang sedang sekarat—megah, namun pucat dan menyimpan rahasia di tiap sudut plafonnya yang tinggi. ”Kita sampai, Mel,” suara berat itu memecah lamunan Melanie. Dodik sudah berdiri di sana, menyambutnya dengan tangan yang terjulur ragu. Pria itu tampak…
-
Cerpen Misteri – Sahabat Kecilku | Hendro Widitomo
Hai namaku Widi, aku mau bercerita tentang masa kecilku yang menyenangkan bersama teman-teman. Kisah ini terjadi di tahun 80an di sebuah kota berkembang di sudut Pulau Jawa. Saat itu mungkin umurku baru 4 tahun. Sebuah usia yang masih penuh riang, canda tawa, dan kemanjaan dari kedua orang tua. Di rumah kami tinggal berempat. Ada bapak, ibu dan kakakku yang waktu itu yang masih berusia 6 tahun. Memang jarak usia kami cukup dekat sehingga sering bermain bersama. Sama seperti bocah pada umumnya, kami dibesarkan di sebuah kampung yang ramai teman sepermainan. Setiap sore kami berkumpul di pelataran untuk bermain permainan tradisional. Ada kelereng, lompat tali, engklek, gobak sodor dan sebagainya. Waktu…
-
Cinta Satu Malam
Sampai kini, aku lebih suka membaca buku ketimbang internet. Walaupun mungkin butuh lebih banyak waktu dalam memahami maupun memaknai. Jaman internet dan sosial media sekarang, kadang orang hanya sebatas copy paste sudut pandang kreator. Celaka bagi penggemarnya, logika menjadi loncat-loncat karena hanya kumpulan asumsi orang lain. Atau pembelaan bertameng teori yang cocok bagi dirinya sendiri. Menjadikan seseorang menurun dalam kualitas kerangka berpikir, strategis, terstruktur, maupun taktis. Karena akses informasi berlebih sehingga sulit memfilter nalarnya. Menjadi generasi latah, hanya untuk short term memory. Atau sekedar cinta satu malam.






