• Terbaru
  • Artikel
  • Berita
  • Teknologi
  • Seni & Budaya
  • Buku
  • Event
  • TV
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami

Terbaru

  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Salatiga
    In Batik, Grafis, Kota Salatiga, Multimedia, Seni & Budaya

Artis

  • Ar Rofi Music
  • Digital Mantra
  • Instrumental Nusantara
  • Ismaya
  • Kadita
  • Primbon
  • Troxa
  • Turangga
  • Vanaprastha
  • hari baik dan tata keseimbangan alam

    Hari Baik dan Tata Keseimbangan Alam

    Pulau Jawa menyimpan pesona bagi tiap insan yang merindukan ketentraman atas gejolak bathin yang dialaminya. Keharmonisan semesta dan manusia terjaga melalui kebudayaan luhur yang lestari di tengah arus modernisasi tanpa batas. Keselarasan itu bersumber dari kebiasaan orang-orang Jawa yang gemar bertirakat. Menepis kerakusan serta keserakahan dengan menahan diri seperti dengan berpuasa ataupun bertapa. Kehidupan spiritual ini cukup kental khususnya di wilayah-wilayah pinggiran kota yang dekat dan bersentuhan langsung dengan alam. Adanya perhitungan hari baik hingga kalender tradisional membuktikan bahwa manusia Jawa memahami betul siklus alam sekaligus memiliki intelektual tinggi dari riset yang dulu dilakukan nenek moyangnya. Perhitungan ini berdasarkan gejala alam berupa musim, arah angin, intensitas matahari hingga kondisi geografis…

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    ada asap ada api

    Arti Peribahasa Ada Asap Ada Api

    5 September 2022
    Sayap

    The Woman Left Wings

    22 Juli 2008
    mencari makna tanpa aksara

    Mencari Makna Tanpa Aksara

    1 November 2022
  • Terlalu banyak persepsi diklaim sebagai esensi Mari saling mengenal Agar kita memahami perbedaan juga kehendak Tuhan

    Terlalu Banyak Persepsi Diklaim Sebagai Esensi, Mari Saling Mengenal Agar Kita Memahami Perbedaan Juga Kehendak Tuhan

    Terlalu banyak persepsi diklaim sebagai esensi. Mari saling mengenal. Agar kita memahami perbedaan juga kehendak Tuhan.   Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan berbekal akal pikiran untuk membantu melaksanakan dharmanya dalam kehidupan. Sang insan melewati jalan itu dengan pengalaman, informasi dan hikmah yang dipetik dari kisah hidupnya masing-masing. Perjalanan itu tidaklah sama, sehingga buah akal dan pemikirannya sangat dipengaruhi ruang, waktu dan lingkungan sosialnya. Menjadi keras / halus, kasar / lembut, kuat / lemah, cerdas / tolol adalah pilihan dari tempaan hidup dan karma yang dialaminya. Otak akan memprosesnya menjadi sebuah pengalaman kausalitas (sebab – akibat) untuk didefinisikan sebagai pemahaman mengenal algoritma semesta. Di ruang sosial itu, tiap individu akan menjalankan…

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    tulisan opini artikel

    Pandemi : Saatnya Koreksi dan Memperbaiki Diri

    1 September 2021
    unlimited

    No Limit …

    10 November 2011
    aktor

    Aktor

    25 Desember 2012
  • tejo kinurung

    Tejo Kinurung – Berani Membakar Diri Untuk Menerangi Seisi Ruang

    Lebih baik menyalakan api daripada mengutuk kegelapan. Begitulah sikap seseorang dengan watak tejo kinurung yang selalu menjadi penerang bagi orang-orang di sekitarnya. Berani untuk membakar diri untuk menerangi tempat dimanapun dia berada. Mengorbankan diri sendiri untuk kebaikan orang lain, selaras dengan dharmanya dalam kehidupan. Namun perlu diingat, elemen api harus mampu mengelola energinya dengan baik karena memiliki potensi untuk membakar obyek lainnya. Jika tidak, segala sesuatu menjadi musnah sia-sia. Elemen inipun dipengaruhi oleh energi angin dan air. Angin yang kencang akan mengobarkan api lebih besar, begitupun api jika tersiram dengan air yang terlalu banyak akan memadamkannya. Pengendalian volume, intonasi dan gaya bicara pun perlu diperhatikan karena salah-salah akan menyakitkan hati…

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    lamun siro sekti, ojo mateni lamun siro banter, ojo ndhisiki lamun siro pinter, ojo minteri

    Makna Pepatah Jawa Lamun Siro Sekti, Ojo Mateni Lamun Siro Banter, Ojo Ndhisiki Lamun Siro Pinter, Ojo Minteri

    24 Oktober 2022
    Warisan

    Warisan

    29 Agustus 2011
    tulisan opini artikel

    Pandemi : Saatnya Koreksi dan Memperbaiki Diri

    1 September 2021
  • Menikmati Kesakitan

    Menikmati Kesakitan

    Rasa sedih ini menghantuiku akhir-akhir ini. Takut kepada ketidakpastian yang memburuku untuk terus mencari jati diri. Merasa dikalahkan oleh keadaan yang kurasa siapapun tak menginginkannya. Dipaksa, terpaksa dan memaksa diri untuk terus menyelaraskan keinginan dengan dharma semesta. Aku butuh waktu untuk berdiam diri. Membiarkan entitas lain menuntunku entah kemana. Ketidakpercayaan, kepasrahan, mengendapkan hasrat tuk menyingkirkan kekotoran bathin selama ini. Sebuah proses kalibrasi, ketepatanku berdiri di salah satu sudut dunia. Lelah atas pergolakan pikir yang menjadi batu sandungan dalam perjalanan lakuku. Berhenti sejenak untuk mengobati luka, sembari berpikir mencari jalan lain atau memilih terus melanjutkan melalui jalan yang sama. Jalan yang tak mudah dilalui, penuh kerikil tajam, menanjak dan berkelok. Kuharus…

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Sayap

    The Woman Left Wings

    22 Juli 2008
    Abstrak

    Manifesto Ketuhanan

    18 April 2007
    manfaat air kelapa

    10 Manfaat Air Kelapa Bagi Kesehatan

    26 Juli 2021
  • Sapardi Djoko Damono - Dalam Doaku

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Dalam Doaku

    Dalam Doaku Dalam doa subuhku ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara Ketika matahari mengambang diatas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun disana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan…

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Sapardi Djoko Damono - Kuhentikan Hujan

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Kuhentikan Hujan

    18 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Gerimis Jatuh

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Gerimis Jatuh

    24 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Lagu Biasa

    Puisi Chairil Anwar Lagu Biasa

    6 Oktober 2022
  • ada pasang turun naik

    Arti Peribahasa Ada Pasang Turun Naik

    Ada Pasang Turun Naik Arti Peribahasa “Ada Pasang Turun Naik” adalah kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    hidup dikandung adat, mati dikandung tanah

    Arti Peribahasa Hidup Dikandung Adat, Mati Dikandung Tanah

    27 Oktober 2022
    dimana lalang habis, disitu api padam

    Arti Peribahasa Dimana Lalang Habis, Disitu Api Padam

    16 Oktober 2022

    Arti Peribahasa Lemak Manis Jangan Ditelan, Pahit Jangan Dimuntahkan

    1 November 2022
  • Sabar Mustikaning Laku

    Arti Pepatah Jawa Sabar Mustikaning Laku

    Sabar Mustikaning Laku Arti Pepatah Jawa “Sabar Mustikaning Laku” adalah  perbuatan seseorang yang mengedepankan kesabaran itu diibaratkan dengan sebuah hal yang indah dalam kehidupan.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    bagai mencincang air

    Arti Peribahasa Bagai Mencincang Air

    8 Oktober 2022
    ikhtiar menjalani, untung menyudahi

    Arti Peribahasa Ikhtiar Menjalani, Untung Menyudahi

    29 Oktober 2022
    Serigala Berbulu Domba

    Arti Peribahasa Serigala Berbulu Domba

    1 November 2022
  • Ngunduh Wohing Pakarti

    Arti Pepatah Jawa Ngunduh Wohing Pakarti

    Ngunduh Wohing Pakarti Arti Pepatah Jawa “Ngunduh Wohing Pakarti” adalah dalam kehidupan baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri

    Arti Peribahasa Menepuk Air di Dulang, Tepercik Muka Sendiri

    24 September 2022
    Umur Setahun Jagung

    Arti Peribahasa Umur Setahun Jagung

    1 November 2022
    Terbuat dari Emas Sekalipun, Sangkar Tetap Sangkar Juga

    Arti Peribahasa Terbuat dari Emas Sekalipun, Sangkar Tetap Sangkar Juga

    1 November 2022

MAESTRO MEDIA

Perusahaan Teknologi Informasi dan Multimedia.

Layanan

  • jasa pembuatan logoJasa Pembuatan Logo
  • jasa sosial media marketing semarangJasa Sosial Media Marketing
  • Jasa Pembuatan Website Semarang Maestro MediaJasa Pembuatan Website
  • Maestro Media Software DevelopmentJasa Pembuatan Software (Software Development)
  • Maestro Media TeknologiJasa Pembuatan Website, Software, Multimedia Semarang

Recent Posts

  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Salatiga
    In Batik, Grafis, Kota Salatiga, Multimedia, Seni & Budaya

Kategori

Menu

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Terbaru
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
© 2025 - All Rights Reserved.
Tema Ashe dibuat oleh WP Royal.