pantai mina mangrove pati

Upaya Konservasi Lingkungan Sekaligus Wisata di Pantai Mina Mangrove Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati

Berita Destinasi Wisata Kabupaten Pati Plesir Jateng

Sinergi Pemerintah Kabupaten Pati dan masyarakat Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu membuahkan inovasi yang membanggakan. Adalah Pantai Mina Mangrove kini hadir meramaikan industri pariwisata nasional sekaligus sebagai upaya konservasi lingkungan.

Destinasi Wisata

Sebagai obyek wisata unggulan Kabupaten Pati, Pantai Mina Mangrove diharapkan mampu menyerap wisata baik lokal maupun luar kota.  Destinasi yang dibuka sejak 23 Juni 2019 ini tiap harinya dikunjungi banyak muda-mudi yang menikmati keindahan, dan asrinya tumbuhan mangrove serta melepas penat. Di tiap akhir pekan pengunjung bertambah ramai dengan wisatawan keluarga untuk berliburan sekaligus mengakrabkan kembali setelah beraktifitas rutin sehari-hari yang menguras tenaga dan pikiran.

Bagi penggemar media sosial, banyak spot selfie menarik yang dapat dimanfaatkan pengunjung sebagai latar belakang dari gapura, jembatan, gasebo hingga rimbunnya hutan mangrove.

Konservasi Lingkungan

Pantai Mina Mangrove mempunyai fungsi ekologis antara lain :

  1. Menyerap berbagai zat berbahaya dalam air laut sekaligus membuat kualitas air menjadi lebih bersih.
  2. Sebagai habitat atau tempat hidup, berlindung, mencari makan, serta berkembang biak binatang laut.
  3. Mencegah abrasi yaitu pengikisan pantai yang diakibatkan oleh tenaga gelombang air laut baik pasang maupun surut yang mempunyai potensi merusak struktur tanah.

Fungsi Ekonomi

Sebagai destinasi wisata, Pantai Mina Mangrove tentunya diharapkan dapat meningkatkan ekonomi dan kemakmuran masyarakat. Dikelola oleh Pemerintah Desa Tunggulsari bersama BUMDes Jaya Sari  kedepannya akan menjadi pendapatan daerah untuk membiayai pemeliharaan dan membangun fasilitas penunjang lainnya. Penduduk sekitar di obyek wisata inipun dapat menjual makanan minuman di sekitar lokasi Pantai Mina Mangrove. Sajian tradional dapat disuguhkan kepada para wisatawan untuk mengobati lapar dan dahaga sekaligus mengangkat kearifan lokal.

 

Baca Juga  Terlalu Banyak Persepsi Diklaim Sebagai Esensi, Mari Saling Mengenal Agar Kita Memahami Perbedaan Juga Kehendak Tuhan