Rujak Lambe
-
Puisi Chairil Anwar Penghidupan
Penghidupan Lautan maha dalam Mukul dentur selama Nguji tenaga pematang kita Mukul dentur selama Hingga hancur remuk redam Kurnia Bahagia Kecil setumpuk Sia-sia dilindung, sia-sia dipupuk.
-
Arti Peribahasa Gajah Mati Karena Gadingnya
Gajah Mati Karena Gadingnya Arti Peribahasa “Gajah Mati Karena Gadingnya” adalah orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulannya / tabiatnya.
-
Arti Peribahasa Berguru ke Padang Datar, Dapat Rusa Belang Kaki
Berguru ke Padang Datar, Dapat Rusa Belang Kaki Arti Peribahas “Berguru ke Padang Datar, Dapat Rusa Belang Kaki” adalah belajar harus sungguh-sungguh, jangan terputus di tengah jalan.
-
Tejo Kinurung – Berani Membakar Diri Untuk Menerangi Seisi Ruang
Lebih baik menyalakan api daripada mengutuk kegelapan. Begitulah sikap seseorang dengan watak tejo kinurung yang selalu menjadi penerang bagi orang-orang di sekitarnya. Berani untuk membakar diri untuk menerangi tempat dimanapun dia berada. Mengorbankan diri sendiri untuk kebaikan orang lain, selaras dengan dharmanya dalam kehidupan. Namun perlu diingat, elemen api harus mampu mengelola energinya dengan baik karena memiliki potensi untuk membakar obyek lainnya. Jika tidak, segala sesuatu menjadi musnah sia-sia. Elemen inipun dipengaruhi oleh energi angin dan air. Angin yang kencang akan mengobarkan api lebih besar, begitupun api jika tersiram dengan air yang terlalu banyak akan memadamkannya. Pengendalian volume, intonasi dan gaya bicara pun perlu diperhatikan karena salah-salah akan menyakitkan hati…
-
Arti Istilah Bisa Karena Biasa
Arti Istilah “Bisa Karena Biasa” adalah hal yang sulit / berat tak akan terasa lagi bila sudah sering melakukannya.
-
Arti Peribahasa Angan – Angan Mengikat Tubuh
Angan – Angan Mengikat Tubuh Arti Peribahasa “Angan – Angan Mengikat Tubuh” adalah tersiksa karena pemikirannya sendiri.
-
Puisi Chairil Anwar Pelarian
Pelarian I Tak tertahan lagi remang miang sengketa di sini Dalam lari Dihempaskannya pintu keras tak berhingga. Hancur-luluh sepi seketika Dan paduan dua jiwa. II Dari kelam ke malam Tertawa-meringis malam menerimanya Ini batu baru tercampung dalam gelita “Mau apa? Rayu dan pelupa, Aku ada! Pilih saja! Bujuk dibeli? Atau sungai sunyi? Mari! Mari! Turut saja!” Tak kuasa …terengkam Ia dicengkam malam.
-
Arti Peribahasa Esa Hilang, Dua Terbilang
Esa Hilang, Dua Terbilang Arti Peribahasa “Esa Hilang, Dua Terbilang” adalah berusaha terus dengan keras hati hingga maksud tercapai.























