• Terbaru
  • Artikel
  • Berita
  • Teknologi
  • Seni & Budaya
  • Buku
  • Event
  • TV
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk & Portofolio
  • Hubungi Kami

Terbaru

  • Mammon (Perjanjian Terlarang)
    In Artikel, Buku, Cerpen, Digital Mantra, Digital Mantra, Fiksi, Horor, HOT, Misteri, Musik, Novel, Sastra, Seni & Budaya, Series, Story
  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya

Artis

  • Ar Rofi Music
  • Digital Mantra
  • Instrumental Nusantara
  • Ismaya
  • Kadita
  • Primbon
  • Troxa
  • Turangga
  • Vanaprastha
  • lamun siro sekti, ojo mateni lamun siro banter, ojo ndhisiki lamun siro pinter, ojo minteri

    Makna Pepatah Jawa Lamun Siro Sekti, Ojo Mateni Lamun Siro Banter, Ojo Ndhisiki Lamun Siro Pinter, Ojo Minteri

    Lamun Siro Sekti, Ojo Mateni Lamun Siro Banter, Ojo Ndhisiki Lamun Siro Pinter, Ojo Minteri Demikian pepatah Jawa yang dikutip presiden Joko Widodo di sosial media twitter pada tanggal 25 Mei 2019 lalu. Meskipun zaman sudah maju dengan teknologi yang berkembang sangat pesat, namun hebatnya para pemimpin kita tetap memegang teguh petuah-petuah Jawa sehingga tidak meniggalkan kearifan luhur bangsa ini. “Lamun siro sekti, ojo mateni” bermakna meskipun kamu sakti, namun jangan membunuh. “Lamun siro banter, ojo ndhisiki” bermakna meskipun kamu cepat, namun jangan mendahului. “Lamun siro pinter, ojo minteri” bermakna meskipun kamu pandai, namun jangan sok pintar (membodohi). Jika kita cermati petuah ini mengandung makna yang sangat mendalam. Perlu kita…

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    biar lambat asal selamat,tak akan lari gunung dikejar

    Arti Peribahasa Biar Lambat Asal Selamat, Tak Akan Lari Gunung Dikejar

    25 Oktober 2022

    Arti Peribahasa Murah di Mulut, Mahal di Timbangan

    1 November 2022
    bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau

    Arti Peribahasa Bagai Kerakap di Atas Batu, Hidup Segan Mati Tak Mau

    7 Oktober 2022
  • sanggar waringin

    Sanggar Waringin – Sering Disalahpahami Namun Selalu Memberi Manfaat

    Pohon beringin, menyimpan 1001 cerita misteri di dalamnya. Sering dikonotasikan sebagai sarang demit, gendruwo, kuntilanak, hingga menjadi istana lelembut. Namun, apakah sobat maestro mengetahui apa saja manfaatnya? Mari kita simak penjelasannya… Pohon beringin menghasilkan Oksigen (O2) yang bermanfaat untuk pernafasan manusia dan makhluk lainnya. Memberi keteduhan dari teriknya matahari, menjaga kontur tanah sehingga terhindar dari longsor, juga menyerap air dalam tanah untuk dapat dimanfaatkan memenuhi kebutuhan manusia. Tak heran sering dijumpai sumber mata air (sendang) diantara rimbunnya pohon beringin. Energi murni dari alam ini selalu menjadi magnet makhluk apapun yang membutuhkan sumber kehidupan, bahkan mungkin dari bangsa lain. Begitu pula seseorang dengan perwatakan sanggar waringin, sering disalahpahami karena perawakannya dianggap…

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    tolak tangan berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri

    Arti Peribahasa Tolak Tangan Berayun Kaki, Peluk Tubuh Mengajar Diri

    22 Oktober 2022
    ada ubi ada talas, ada budi ada balas

    Arti Peribahasa Ada Ubi Ada Talas, Ada Budi Ada Balas

    10 Oktober 2022
    Bagai anjing beranak enam

    Arti Peribahasa Bagai Anjing Beranak Enam

    25 Oktober 2022
  • Puisi Chairil Anwar Suara Malam

    Puisi Chairil Anwar Suara Malam

    Suara Malam Dunia badai dan topan Manusia mengingatkan “Kebakaran di Hutan”* Jadi ke mana Untuk damai dan reda? Mati. Barang kali ini diam kaku saja Dengan ketenangan selama bersatu Mengatasi suka dan duka Kekebalan terhadap debu dan nafsu. Berbaring tak sedar Seperti kapal pecah di dasar lautan Jemu dipukul ombak besar. Atau ini. Peleburan dalam Tiada dan sekali akan menghadap cahaya. Ya Allah! Badanku terbakar – segala samar. Aku sudah melewati batas. Kembali? Pintu tertutup dengan keras.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Sapardi Djoko Damono - Sementara Kita Saling Berbisik

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Sementara Kita Saling Berbisik (1966)

    12 Oktober 2022
    Sapardi Djoko Damono - Akulah Si Telaga

    Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Akulah Si Telaga (1982)

    27 Oktober 2022
    Puisi Chairil Anwar Dalam Kereta

    Puisi Chairil Anwar Dalam Kereta

    29 September 2022
  • Tumbal Kerakusan Manusia

    Tumbal Kerakusan Manusia

    Sudahkah sifat hewanimu berhasil kau bunuh dengan menumbalkan makhluk lain? Atau bertambah kerakusanmu setelah kebanyakan makan daging? Tuhan telah menciptakan alam dan seisinya sesungguhnya untuk dikelola manusia dengan baik. Adanya amanah manusia sebagai kalifah di bumi dan disebut pula makhluk sempurna seharusnya dipahami sebagai tanggung jawab. Apakah kita akan berbuat semaunya kepada makhluk lain dan isi semesta ini? Ataukah akan berlaku adil dan seimbang menjalankan perintah Tuhan? Mari kita sadari bersama, setelah Dia memberi peringatan dan alam murka pada kelakukan manusia. Kini, selayaknya kita memperbaiki diri dengan menjalankan dharma dengan lebih baik bagi keselarasan dan keharmonisan seuruh isi semesta.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    segitiga

    Tuhan, Setan dan Aku

    17 Mei 2010
    Cinderella

    Cinderella dan Emansipasi Wanita

    23 Agustus 2006
    Aku

    Troxa

    13 Oktober 2008
  • Ngunduh Wohing Pakarti

    Arti Pepatah Jawa Ngunduh Wohing Pakarti

    Ngunduh Wohing Pakarti Arti Pepatah Jawa “Ngunduh Wohing Pakarti” adalah dalam kehidupan baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai

    Arti Peribahasa Di Mana Kayu Bengkok, Di Sana Musang Mengintai

    13 Oktober 2022
    Terbuat dari Emas Sekalipun, Sangkar Tetap Sangkar Juga

    Arti Peribahasa Terbuat dari Emas Sekalipun, Sangkar Tetap Sangkar Juga

    1 November 2022
    Serat Wedhatama Pupuh Pangkur

    Serat Wedhatama Pupuh Pangkur

    4 Oktober 2022
  • malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih

    Arti Peribahasa Malang Tak Dapat Ditolak, Mujur Tak Dapat Diraih

    Malang Tak Dapat Ditolak, Mujur Tak Dapat Diraih Arti Peribahasa “Malang Tak Dapat Ditolak, Mujur Tak Dapat Diraih” adalah nasib manusia tidak dapat dipastikan, karena berada dalam kuasa Tuhan.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    elok basa akan kekal hidup, elok budi akan bekal mati

    Arti Peribahasa Elok Basa Akan Kekal Hidup, Elok Budi Akan Bekal Mati

    18 Oktober 2022
    hasrat hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai

    Arti Peribahasa Hasrat Hati Memeluk Gunung, Apa Daya Tangan Tak Sampai

    9 September 2022
    bagai rumah di tepi tebing

    Arti Peribahasa Bagai Rumah di Tepi Tebing

    15 Oktober 2022
  • harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama

    Arti Peribahasa Harimau Mati Meninggalkan Belang, Gajah Mati Meninggalkan Gading, Orang Mati Meninggalkan Nama

    Harimau Mati Meninggalkan Belang, Gajah Mati Meninggalkan Gading, Orang Mati Meninggalkan Nama Arti Peribahasa “Harimau Mati Meninggalkan Belang, Gajah Mati Meninggalkan Gading, Orang Mati Meninggalkan Nama” artinya setiap orang yang sudah meninggal pasti akan dikenang sesuai dengan perbuatannya di dunia.

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    berat sama dipikul ringan sama dijinjing

    Arti Peribahasa Berat Sama Dipikul Ringan Sama Dijinjing

    12 September 2022
    emas disangka loyang

    Arti Peribahasa Emas Disangka Loyang

    11 September 2022
    menggunting dalam lipatan

    Arti Peribahasa Menggunting Dalam Lipatan

    24 September 2022
  • batik kawung

    Motif Batik Kawung Wujud Keselarasan Alam dan Manusia

    Salah satu pendapat kata kawung berasal pada kata bahasa Jawa suwung, yang artinya kosong. Motif batik kawung umumnya dianggap terinspirasi dari bulatan mirip buah kawung (sejenis kelapa atau kadang juga dianggap sebagai buah kolang-kaling) yang dibelah menjadi dua sehingga tampak empat cekungan ke empat penjuru sudut. Filosofi yang terkandung pada pohon aren mulai dari atas (ujung daun) hingga pada akarnya sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, hal tersebut menyiratkan agar manusia berguna bagi semua orang dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, juga bernegara. Motif kawung bermakna kesempurnaan, kemurnian dan kesucian. Dalam kaitannya dengan kata suwung yang berarti kosong, motif kawung menyimbolkan kekosongan nafsu dan hasrat duniawi, sehingga menghasilkan pengendalian diri yang sempurna. Kekosongan…

    baca selengkapnya

    Anda Mungkin Suka Juga

    Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan

    14 Februari 2025

    Desain Pakaian Adat Kota Tegal

    14 Februari 2025
    Kolaborasi Seni Kisah Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan

    Kolaborasi Seni “Kisah Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan”

    10 Desember 2021
    1. Halaman:
    2. «
    3. 1
    4. 2
    5. 3
    6. »
 Pos Terdahulu
Pos Lebih Baru 

MAESTRO MEDIA

Perusahaan Teknologi Informasi dan Multimedia.

Layanan

  • jasa pembuatan logoJasa Pembuatan Logo
  • jasa sosial media marketing semarangJasa Sosial Media Marketing
  • Jasa Pembuatan Website Semarang Maestro MediaJasa Pembuatan Website
  • Maestro Media Software DevelopmentJasa Pembuatan Software (Software Development)
  • Maestro Media TeknologiJasa Pembuatan Website, Software, Multimedia Semarang

Recent Posts

  • Mammon (Perjanjian Terlarang)
    In Artikel, Buku, Cerpen, Digital Mantra, Digital Mantra, Fiksi, Horor, HOT, Misteri, Musik, Novel, Sastra, Seni & Budaya, Series, Story
  • Desain Pakaian Adat Kota Pekalongan
    In Batik, Grafis, Kota Pekalongan, Multimedia, Seni & Budaya
  • Desain Pakaian Adat Kota Tegal
    In Batik, Grafis, Kota Tegal, Multimedia, Seni & Budaya

Kategori

Menu

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Terbaru
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
© 2025 - All Rights Reserved.
Tema Ashe dibuat oleh WP Royal.