-
Arti Peribahasa Lidah Tak Bertulang
Lidah Tak Bertulang Arti Peribahasa “Lidah Tak Bertulang” adalah mudah untuk berkata / berjanji, namun berat untuk menepati / melaksanakannya.
-
Arti Peribahasa Lepas dari Mulut Harimau Jatuh ke Mulut Buaya
Lempar Batu Sembunyi Tangan Arti Peribahasa “Lepas dari Mulut Harimau Jatuh ke Mulut Buaya Lepas dari Buaya” adalah lepas dari bahaya yang besar, jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar lagi.
-
Arti Peribahasa Lemak Manis Jangan Ditelan, Pahit Jangan Dimuntahkan
Lemak Manis Jangan Ditelan, Pahit Jangan Dimuntahkan Arti Peribahasa “Lemak Manis Jangan Ditelan, Pahit Jangan Dimuntahkan” adalah perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi hendaknya dipikirkan secara dalam-dalam.
-
Lancar Kaji Karena Diulang, Pasah Jalan Karena Diturut
Lancar Kaji Karena Diulang, Pasah Jalan Karena Diturut Arti Peribahasa “Lancar Kaji Karena Diulang, Pasah Jalan Karena Diturut” adalah segala sesuatu harus dilakukan berulang ulang supaya paham.
-
Arti Peribahasa Kepala Sama Berbulu, Pendapat Berlain-Lainan
Kepala Sama Berbulu, Pendapat Berlain-Lainan Arti Peribahasa “Kepala Sama Berbulu, Pendapat Berlain-Lainan” adalah setiap orang berbeda pendapatnya.
-
Kalibrasi Alat Ukur “Cinta”
Setiap alat ukur mempunyai standar yang harus diterapkan, penyimpangan dari standar yang telah ditentukan dapat terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain ruang, waktu, kualitas, kecurangan, hingga kepentingan. Apa yang terjadi ketika sebuah alat ukur tidak dapat memberikan data akurat yang akan diolah kemudian oleh penyaji data dan diberikan kepada pengguna datanya. Pastinya adalah kesalahan informasi yang akan mengakibatkan proses selanjutnya akan menjadi kacau. Analogi paling mudah adalah soal cinta, karena hampir setiap orang merasakannya. Seiring bertambahnya usia kita pasti akan merasakan berkurangnya rasa cinta karena fisik menjadi menua, perhatian berkurang, kesibukan, faktor ekonomi dan sebagainya. Lalu apa yang harus dilakukan? Kalibrasi terhadap alat ukurmu yang membutuhkan kedewasaan dalam menentukan…
-
Generasi Short Time
Selamat datang di Era Short Time, dimana segala sesuatu harus singkat dan cepat. Tak peduli proses yang harus dilakukan dan yang terpenting harus memuaskan. Generasi milenial telah berhasil menciptakan peradaban bom waktu yang entah kapan akan meledak. Puncaknya pada pandemi Covid 19, saat peran manusia bergeser digantikan dengan teknologi. Semudah itu berbelanja, memesan makanan hanya dengan smartphone di tangan, dimana pasar / pusat keramaian dipaksa tutup atas nama ketakutan penyebaran virus. Sosial media pun turut meramaikan kegabutan orang-orang dengan konten-konten narsis, memberhalakan diri dengan bantuan effect yang menambah kecantikan dan kemonotonan pribadi seseorang. Menyajikan foto & video singkat yang diharapkan merepresentasikan citra yang diinginkan. Gelamor, mewah, cantik, tampan, asesoris mahal…