Seni & Budaya
-
Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Sajak Kecil Tentang Cinta
Sajak Kecil Tentang Cinta Mencintai angin harus menjadi siut Mencintai air harus menjadi ricik Mencintai gunung harus menjadi terjal Mencintai api harus menjadi jilat Mencintai cakrawala harus menebas jarak Mencintai-Mu harus menjelma aku
-
Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Gerimis Jatuh
Gerimis Jatuh Gerimis jatuh kau dengar suara di pintu Bayang-bayang angin berdiri di depanmu Tak usah kauucapkan apa-apa; seribu kata Menjelma malam, tak ada yang di sana Tak usah; kata membeku, Detik meruncing di ujung sepi itu Menggelincir jatuh Waktu kau tutup pintu. Belum teduh dukamu.
-
Geguritan Jawa Dawuhe Kanjeng Nabi
Dawuhe Kanjeng Nabi Dawuhe Kanjeng Nabi Aja siro kerahinan Lamun siro kerahinan Kupingmu diyuh oyotan Apa sira ora wrang Di-uyuh marang syetan Saben esuk siro iku Pijer ngumbah uyuh syetan
-
Geguritan Bab Amal Olo Becik Ana Kubur
Amal Olo Becik Ana Kubur Wondene amal olo Ana kubur dadi kanca Rupa asu rupa celeng Rupa ketek kalabang ulo Banjur ngerah ngerangsang Tanp leren saben dino Nek elikake banjur mun Aku iki amalmu olo Wondene amal bagus Ana kubur dadi kanca Rupa wong ingkang bagus Ingkang ayu kang sampurno Wong kang mati banur nuli Enggal takon sinten sampeyan Nuli jawab kula nik Amal sahid badan sampeyan Anggen kula wonten ngriki Perlu njagi ing sampeyan Sampeyan wonten ngriki Sampun ngantod kesangsaran Kula matur ing sampeyan Sugeng sare kang sakeca Wonten kubur kula tanggel Boten wonten anapa-napa Kawula sampun cekap Ngengetaken para panduka Boten namng kula aturi Ngenget-enget kang sak nyata
-
Puisi Karya Sapardi Djoko Damono – Menjenguk Wajah di Kolam
Menjenguk Wajah di Kolam Jangan kau ulang lagi menjenguk wajah yang merasa sia-sia, yang putih yang pasi itu. Jangan sekali-kali membayangkan Wajahmu sebagai rembulan. Ingat, jangan sekali-kali. Jangan. Baik, Tuan.
-
Puisi Chairil Anwar Penghidupan
Penghidupan Lautan maha dalam Mukul dentur selama Nguji tenaga pematang kita Mukul dentur selama Hingga hancur remuk redam Kurnia Bahagia Kecil setumpuk Sia-sia dilindung, sia-sia dipupuk.
-
Puisi Chairil Anwar Pelarian
Pelarian I Tak tertahan lagi remang miang sengketa di sini Dalam lari Dihempaskannya pintu keras tak berhingga. Hancur-luluh sepi seketika Dan paduan dua jiwa. II Dari kelam ke malam Tertawa-meringis malam menerimanya Ini batu baru tercampung dalam gelita “Mau apa? Rayu dan pelupa, Aku ada! Pilih saja! Bujuk dibeli? Atau sungai sunyi? Mari! Mari! Turut saja!” Tak kuasa …terengkam Ia dicengkam malam.
-
Menikmati Kesakitan
Rasa sedih ini menghantuiku akhir-akhir ini. Takut kepada ketidakpastian yang memburuku untuk terus mencari jati diri. Merasa dikalahkan oleh keadaan yang kurasa siapapun tak menginginkannya. Dipaksa, terpaksa dan memaksa diri untuk terus menyelaraskan keinginan dengan dharma semesta. Aku butuh waktu untuk berdiam diri. Membiarkan entitas lain menuntunku entah kemana. Ketidakpercayaan, kepasrahan, mengendapkan hasrat tuk menyingkirkan kekotoran bathin selama ini. Sebuah proses kalibrasi, ketepatanku berdiri di salah satu sudut dunia. Lelah atas pergolakan pikir yang menjadi batu sandungan dalam perjalanan lakuku. Berhenti sejenak untuk mengobati luka, sembari berpikir mencari jalan lain atau memilih terus melanjutkan melalui jalan yang sama. Jalan yang tak mudah dilalui, penuh kerikil tajam, menanjak dan berkelok. Kuharus…



















