puzzle

Dalam cahaya Tuhan, ada noktah setan menyekap kesunyian, membakar indahnya harapan dan janji-janji Tuhan. Terbang dengan sayap kegelapan yang mulai mempertanyakan kejujuran kalam Tuhan. Semakin jauh dari kesucian dan menghancurkan diri dengan dekapan jemari setan. Muak dengan kepalsuan dunia, haus akan rindu surga. Walau keabadiannya sebatas kefanaan dunia. Insan datang mempersembahkan sukma kepada setan nan jaya. Demi nikmat Tuhan, sekedar ikut menikmati gemerlap dunia.

Jangan jadikan ini sebuah dosa. Apa salah hasrat dan naluri manusia yang tak mampu membendung lagi namanya keindahan yang tak terlampiaskan. Sedang kau memberiku nafsu untuk menguasai seluruh nikmat-Mu. Dan mengapa ada ketidak adilan dunia untuk menikmati keindahan itu. Inilah sepersejuta alasan bagi manusia melupakan kuasa sejati diriMu.

Ini bukan wujud propaganda ataupun perlawanan terhadap religi itu sendiri. Inilah luapan kemarahan setan sebagai wujud eksistensi pemberontakan atas ketidak sepahaman dengan jalan pikir Tuhan. Kukenal Dia Diktator, tak bisa dibantah oleh siapapun. Semua keinginanNya menjadi jalan melangkah pemujaNya. Apakah kan terjadi keadilan, apakah kau kan membungkamku seperti penguasa lain menghacurkan suara kejujuranku …..

Baca Juga  Arti Peribahasa Karena Mata Buta, Karena Hati Mati